Kompas TV nasional hukum

KPK Ancam Perkarakan Pengacara hingga Tim Medis Lukas Enembe karena Dianggap Halangi Penyidikan

Selasa, 27 September 2022 | 07:56 WIB
kpk-ancam-perkarakan-pengacara-hingga-tim-medis-lukas-enembe-karena-dianggap-halangi-penyidikan
Pelaksana Juru Bicara KPK Ali Fikri usai konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/1/2020). (Sumber: KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)
Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengancam akan memperkarakan kuasa hukum atau pengacara hingga tim medis Gubernur Papua Lukas Enembe.

Pasalnya, para pihak tersebut dianggap melakukan perbuatan obstruction of justice atau menghalangi proses penegakan hukum terhadap kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe.

Baca Juga: Polri: Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Digelar Pekan Ini, Tapi Kapan Harinya Belum Diputuskan

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyampaikan bahwa pihaknya menyoroti peran kuasa hukum yang seharusnya bisa menjadi perantara yang baik agar proses penanganan perkara berjalan efektif dan efisien.

"Bukan justru menyampaikan pernyataan yang tidak didukung fakta, sehingga bisa masuk dalam kriteria menghambat atau merintangi proses penyidikan yang KPK tengah lakukan," kata Ali Fikri di Jakarta, Senin (26/9/2022).

Ali mengatakan banyak berbagai modus yang dilakukan para pihak yang berperkara di KPK dengan berupaya menghindari pemeriksaan dengan dalih kondisi kesehatan.


 

Hal tersebut, kata Ali, justru difasilitasi oleh kuasa hukum maupun tim medis para pihak tersebut. Karenanya, kata dia, KPK tak segan menjerat mereka yang dianggap merintangi dengan Pasal 221 KUHP.

Baca Juga: KPK: Kami Panggil Lukas Enembe sebagai Tersangka, Bukan Kami yang Disuruh ke Sana

"KPK pun tidak segan untuk mengenakan Pasal 221 KUHP ataupun Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 kepada para pihak yang diduga menghalang-halangi suatu proses hukum (obstruction of justice)," ucap Ali.

Lebih lanjut, Ali mengatakan sampai saat ini KPK belum mendapatkan informasi yang sahih soal kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe.

"Sampai dengan hari ini, KPK belum mendapatkan informasi yang sahih dari pihak dokter ataupun tenaga medis yang menerangkan kondisi saudara LE (Lukas Enembe) dimaksud," ujar Ali.

Ia pun menyayangkan sikap Lukas Enembe yang memilih tidak memenuhi panggilan tim penyidik KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Baca Juga: Tokoh Agama di Papua, Yones Wenda Minta Enembe Taat Hukum dan Mengikuti Prosedur KPK

"Kami tentu menyayangkan sikap saudara LE yang memilih untuk tidak memenuhi panggilan tim penyidik KPK," ujar Ali.

"Meski sebelumnya pihak kuasa hukum telah menyampaikan rencana ketidakhadiran tersebut karena alasan kondisi kesehatan saudara LE."

Sebelumnya, Lukas Enembe tidak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (26/9/2022) dengan alasan masih sakit.

Panggilan tersebut merupakan yang kedua untuk Lukas Enembe setelah dia tidak menghadiri panggilan dalam kapasitas sebagai saksi pada Senin (12/9/2022).

Baca Juga: Akses ke Rumah Lukas Enembe Masih Dijaga Massa Bersenjata Tajam

Stefanus Roy Rening, selaku kuasa hukum Lukas Enembe mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menginformasikan ketidakhadiran kliennya tersebut.

"Benar, hari ini saya ke sini mewakili Pak Gubernur Lukas Enembe karena beliau berhalangan hadir karena sakit," kata Roy Rening.

Dalam kedatangannya tersebut, kuasa hukum Lukas Enembe turut membawa surat permohonan penundaan pemeriksaan dan surat keterangan dari dokter.

Baca Juga: Namanya Dicemarkan, Paulus Waterpauw Layangkan Somasi ke Kuasa Hukum Lukas Enembe


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

AS Tembak Jatuh Balon Mata-Mata Tiongkok!

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:33 WIB
Close Ads x