Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Mendag Zulkifli Hasan Sebut Harga Barang Kebutuhan Pokok Stabil, tapi Beras Naik

Minggu, 25 September 2022 | 17:19 WIB
mendag-zulkifli-hasan-sebut-harga-barang-kebutuhan-pokok-stabil-tapi-beras-naik
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa harga barang kebutuhan pokok hari ini stabil, kecuali beras. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan Seratus Hari Kinerja Mendag, Minggu (25/9/2022). (Sumber: Tangkapan layar video KOMPAS TV)
Penulis : Nadia Intan Fajarlie | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa harga barang kebutuhan pokok hari ini stabil, kecuali beras.

"Harga-harga barang pokok sampai hari ini stabil. Memang ada yang naik sedikit sekarang ini beras," ungkap Zulkifli dalam pertemuan Seratus Hari Kinerja Mendag, Minggu (25/9/2022).

Ia menjelaskan, harga daging sapi saat ini berkisar Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Kemudian, daging ayam Rp35 ribu per kilogram. 

Harga tersebut dikatakan lebih murah daripada ketika dirinya pertama kali menjabat sebagai Mendag.

Saat ia mulai menjabat sebagai Mendag, kata Zulkifli, harga ayam mencapai Rp48 ribu dan daging sapi Rp150 ribu per kilogram.

Harga cabai saat itu mencapai Rp120 ribu per kilogram, namun sekarang, kata Mendag, harga cabai turun menjadi Rp60 ribu.

"Sekarang, cabai di Padang Rp70 ribu, di Bali cabai Rp40 ribu, rata-rata Rp50 ribu sampai Rp60 ribu," ujarnya.

Baca Juga: Mendag Zulkifli Hasan Ungkap Alasan Harga Beras Naik: Perusahaan Besar Rebutan Beli Gabah


Lalu, ia juga menyinggung soal harga minyak goreng yang meroket saat dirinya didapuk menjadi Menteri Perdagangan oleh Presiden Joko Widodo.

"Saya diminta Presiden Jokowi, dalam dua bulan (harga minyak -red) harus bisa Rp14 ribu," ungkapnya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan bahwa saat ini rata-rata harga mnyak goreng Rp13.800 per liter.

Akan tetapi, ia menjelaskan ada daerah-daerah yang masih menjual di atas harga Rp14 ribu karena faktor distribusi.

"Di NTT, Papua, dan Maluku Rp14 ribu yang di kota, kalau yang di gunung-gunung tentu berbeda karena (distribusinya, -red) harus pakai pesawat," ujarnya.

Baca Juga: Kementerian Perdagangan Diminta Turunkan HET Minyak Goreng Curah, Ini Analisisnya

Ia pun menjelaskan alasan kenaikan harga beras yang terjadi saat ini.

"Karena beras ini (harga) gabahnya itu naik, dari Rp4.400 sekarang jadi Rp5.500," ungkap Zulhas.

Ia juga mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan besar berebut untuk membeli gabah dari Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), dan Banten.

"Perusahaan-perusahaan besar tidak beli padi, di Jatim bikin, Jateng bikin, di Banten bikin, jadi rebutan beli gabah," terangnya.

"Gabahnya (seharga) Rp5.500, sehingga harga beras otomatis naik," imbuhnya.

Di sisi lain, ia juga mengatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia surplus USD5,76 miliar.

"Kita surplus, perdagangan ya, kita surplus Rp5,76 miliar, sehingga Januari-Agustus mencapai 34,92 miliar USD," jelas dia.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x