Kompas TV nasional peristiwa

Heboh 26 Juta Data Kepolisan Dibocorkan Hacker, Polri: Hoaks, Itu Data 2016

Jumat, 23 September 2022 | 12:28 WIB
heboh-26-juta-data-kepolisan-dibocorkan-hacker-polri-hoaks-itu-data-2016
Ilustrasi hacker. Polri sebut data yang diduga bocor milik kepolisian itu hoaks (Sumber: Kompas.com)

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan 26 juta dokumen yang diduga dibocorkan oleh peretas atau hacker adalah hoaks. 

Dedi menyebut, yang dibocorkan itu data usang berdasarkan hasil penelusuran Tim Siber Polri.

Selain itu, ia menjelaskan, data itu ternyata tahun 2016. 

"Saya sudah tanyakan. Setelah didalami Tim Siber, itu hoaks. Data pada tahun 2016," kata Dedi dilansir ANTARA di Jakarta, Jumat (23/9/2022). 

Selain data usang, dokumen atau data tersebut juga bisa didapatkan dengan mudah di internet.

Ia lantas mencontohkan tidak ada keterkaitan antara data yang satu dan yang lainnya, seperti data Polda Kalimantan Tengah tidak nyambung dengan data Polda Metro Jaya.


"Data itu bisa didapat di internet. Datanya dari Polda Kalteng wis enggak nyambung (Sudah tidak terintegrasi) dengan Polda Metro," kata Dedi.

Baca Juga: Ogah Dikerjai Hacker Lagi, Bawaslu Gandeng BSSN dan Divisi Cyber Crime Mabes Polri

Meskipun demikian, dugaan kebocoran data tersebut tetap bakal didalami. Pendalaman untuk melacak pelaku penyebarnya, kemudian memproses secara hukum.

"Ya, penyebarnya masih didalami lagi supaya Ditsiber Polda Metro Jaya saja enggak usah Mabes," kata Dedi.

Sebelumnya beredar berita 26 juta dokumen Polri bocor ke publik. Dokumen tersebut diunggah dalam situs gelap Breached Forum oleh pengguna menamai dirinya Meki. Dalam unggahannya, dia menuliskan "26M Database National Police Identity of Indonesia Republic".

Unggahan itu di-posting pada hari Rabu (21/9) dengan mengklaim punya semua data personel Polisi. 

Baca Juga: Salah Tangkap Bjorka: Hacker Besar atau Pemerintah yang Kewalahan? - ROSI


Sumber : Kompas TV/Antara

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x