Kompas TV nasional rumah pemilu

Andi Arief Minta Hasto PDIP Jangan Berlebihan Tanggapi Pernyataan SBY, "SBY Bukan Orang Baru"

Jumat, 23 September 2022 | 06:06 WIB
andi-arief-minta-hasto-pdip-jangan-berlebihan-tanggapi-pernyataan-sby-sby-bukan-orang-baru
Ketua Bapilu Partai Demokrat Andi Arief saat diwawancari sejumlah jurnalis. (Sumber: Kompas.com/Kristian Erdianto)

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS TV - Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief meminta kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk tak terlalu reaktif menanggapi pernyataan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. 

Diketahui, SBY sempat melontarkan pernyataan dirinya mengendus adanya potensi kecurangan di Pemilu 2024 mendatang. 

Baca Juga: SBY Akan Turun Gunung untuk Cegah Kecurangan Pemilu 2024, PPP: Jangan Cepat Suuzan

"Jawaban saya terlalu berlebihan lah ya PDIP, terutama juga Hasto yang terlalu berlebihan menanggapi statement dari Pak SBY kemarin," kata Andi kepada wartawan, Jumat (23/9/2022). 

Ia menjelaskan, SBY itu merupakan orang yang telah banyak memakan asam garam di dunia politik. Sehingga ucapannya itu adalah sebagai pengingat dari tokoh bangsa terhadap elit politik yang masih aktif sekarang. 

"Pak SBY ini bukan orang baru di politik, dia punya segudang pengalaman. Tentunya selalu berupaya agar menjaga kualitas demokrasi Indonesia ini tidak tergerus."

"Jadi itu sebetulnya warning buat kita semua, bukan hanya PDIP. Jadi tidak benar kalau itu menyasar kepada PDIP tetapi menyasar kepada seluruh upaya yang ingin mematikan demokrasi," ujarnya.

Ia menyayangkan banyak kader dari partai berlambang kepala banteng moncong putih itu yang berkoar-koar menjatuhkan SBY. Padahal, informasi yang diterima SBY bukan sebuah bualan belaka.

"Tentunya kita sangat heran dan bertanya kenapa sampai keluar statement pernyataan itu. Nah jadi Pak SBY inikan pergaulan politiknya luas, informasi juga bukan seperti informasi sembarangan ya."

"Jadi ada informasi yang belum bisa kita kemukakan kepada publik bahwa memang ada upaya atau rekayasa seperti itu," katanya.

Ia menyatakan, pihaknya tak memusingkan bila nantinya di Pemilu 2024 memang hanya dua pasangan capres-cawapres yang terjadi secara alamiah. 

"Jadi kalau memang dua calon terjadi secara alamiah, misalnya tidak ada orang yang berani mencalonkan diri, itu kan proses demokrasi."

"Tapi kalau sudah ada upaya-upaya tertentu untuk mengatur sehingga hanya menginginkan 2 pasang saja dan 2 pasang itu yang bilang PDIP loh, melalui Pak Hasto," ujarnya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut tuduhan potensi curang di Pemilu 2024 nanti yang dilontarkan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyoyono (SBY) itu menyasar ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Karena Pak Presiden Jokowi lah yang menjadi sasaran dari Pak SBY," kata Hasto di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2022). 

Baca Juga: Masinton Pasaribu sebut Kekhawatiran SBY soal Kecurangan Pemilu 2024 adalah Sesuatu yang Melankolis

Ia menjelaskan, ucapan dari SBY mesti diluruskan karena Presiden Jokowi merupakan kader terbaik PDIP yang tak mungkin mencoreng dirinya dengan merancang kecurangan di pesta demokrasi.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x