Kompas TV regional viral

Nasib Polisi yang Aniaya dan Ancam Ibu Paruh Baya Usai Panen Ikan, Kapolres Pinrang: Ditahan 5 Hari

Minggu, 18 September 2022 | 11:25 WIB
nasib-polisi-yang-aniaya-dan-ancam-ibu-paruh-baya-usai-panen-ikan-kapolres-pinrang-ditahan-5-hari
Tangkapan layar video viral oknum polisi aniaya dan ancam perempuan paruh baya di Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/9/2022). (Sumber: TribunPinrang.com)

Penulis : Dian Nita | Editor : Gading Persada

PINRANG, KOMPAS.TV - Aipda S, polisi yang menganiaya dan ancam membunuh ibu paruh baya di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan sudah dihukum dengan ditahan 5 hari.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Pinrang AKBP Mohammad Roni Mustofa.

"Sampai sekarang masih ditahan di Polres. Kita tahan di tempat khusus, kurang lebih lima hari," ujar Roni seperti yang dilaporkan jurnalis Kompas TV Suddin Syamsuddin, Minggu (18/9/2022).

Roni mengungkapkan awal mula kejadian yang memicu Apida S menganiaya ibu paruh baya tersebut.

Baca Juga: Viral Polisi Pinrang Pukul Perempuan: Pelaku Ditahan, Kasus Berakhir Damai

Menurut Roni, Aipda S dan korban masih memiliki hubungan keluarga. Saat itu korban disuruh untuk memanen ikan di empang milik polisi tersebut.

"Laporan dari korban hasil ikan di empang sedikit, sedangkan oknum polisi mendapat laporan dari pihak lain bahwasanya ikan di empangnya banyak, akhirnya terjadi miskomunikasi," ungkap Roni.

Saat dilakukan pemeriksaan, kata Roni, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan. 

"Walaupun demikian, oknum polisi tetap kita lakukan hukuman," pungkas Kapolres Pinrang.


 

Video polisi aniaya ibu paruh baya viral

Diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang laki-laki menganiaya ibu paruh baya viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 27 detik itu, laki-laki tersebut memegang leher perempuan paruh baya menggunakan satu tangannya. 

Dengan nada tinggi, keduanya terlihat beradu mulut menggunakan bahasa daerah setempat.

Baca Juga: Penasihat Ahli Kapolri soal Pengajuan Banding Ferdy Sambo: Kemungkinan Tidak Dikabulkan

Bahkan, lelaki itu melakukan pemukulan hingga kepala perempuan tersebut membentur dinding dari seng. 

Tak sampai di situ, anggota polisi tersebut juga mengancam ingin membunuh perempuan tersebut. 

Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustofa mengonfirmasi pelaku dalam video viral tersebut merupakan personel kepolisian dari Polsek Mattiro Bulu.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x