Kompas TV nasional news or hoax

Resmi Naik Pemerintah Umumkan Harga Baru Bbm Subsidi | NEWS or HOAK

Rabu, 14 September 2022 | 07:00 WIB

Penulis : Krisna Aditomo

KOMPASTV - Setelah pada 1 September muncul isu harga BBM naik, akhirnya Sabtu 3 September lalu, Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite. Tak hanya itu, harga BBM non-subsidi Pertamax juga dinaikkan.

Kenaikan harga BBM disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Presiden Joko Widodo menyatakan, keputusan pemerintah menaikkan harga atau mengalihkan subsidi bahan bakar minyak merupakan pilihan terkahir yang diambil. Keputusan itu dibuat pemerintah dalam situasi yang sulit akibat gejolak harga minyak dunia. Pemerintah menyebut anggaran subsidi dan kompensasi energi berpotensi kembali membengkak sebesar 198 triliun rupiah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pembengkakan tersebut terjadi apabila harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dan Solar tak mengalami kenaikan. Ia menjelaskan anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk 2022 telah dipatok sebesar rp 502,4 triliun. Angka tersebut sudah mengalami pembengkakan sebesar RP 349,9 triliun dari semula sebesar RP 152,1 triliun untuk menahan kenaikan harga energi di masyarakat. Namun, dengan kondisi berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dan pelemahan kurs rupiah, maka diperkirakan anggaran tersebut tidak akan cukup hingga akhir tahun.

Untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM, Pemerintah telah menyiapkan tiga jenis bantalan alias bantuan kepada masyarakat. Bantuan ini diberikan dengan tujuan agar subsidi dapat diberikan tepat sasaran.

Tiga jenis bantuan yang diberikan, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan Bantuan Untuk Angkutan Umum, Bantuan ojek online, serta bantuan nelayan.

Sebagian besar masyarakat Indonesia menolak kenaikan harga BBM dan berunjuk rasa terhadap pemberlakuan harga baru BBM. Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM terjadi sejak kemarin di sejumlah kota. Beberapa aksi bahkan diwarnai kericuhan, seperti yang terjadi di Mataram, NTB dan Polewali, Sulawesi Barat.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, meski harga BBM naik, pemerintah tetap memperhatikan masyarakat melalui program-program BLT atau stimulus lainnya. Program ini bisa menjadi bantalan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat dan perekonomian nasional.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x