Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

2 Menteri Ini Sebut Harga BBM Berpeluang Turun, Begini Penjelasannya

Minggu, 11 September 2022 | 10:31 WIB
2-menteri-ini-sebut-harga-bbm-berpeluang-turun-begini-penjelasannya
Foto ilustrasi penjualan BBM di SPBU Pertamina. Dua menteri menyebut adanya peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax jika harga minyak dunia menurun.(Sumber: Kompas.com)

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV – Dua menteri menyebut adanya peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax jika harga minyak dunia menurun.

Penjelasan itu disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Arifin Tasrif menyebut, potensi penurunan harga BBM yang akan bergantung pada pergerakan harga di tingkat global.

"Nanti kita lihat, kalau harga minyak membaik ya Insya Allah," katanya di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Jumat (9/9/2022), dikutip dari Antara.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk berhemat dalam mengonsumsi energi. Hal itu, kata dia, selain untuk mengontrol volume BBM juga sekaligus mengurangi polusi udara.

Baca Juga: Harga Pertamax Sudah Naik tapi Pertamina Bilang Masih Jual Rugi, Ini Penjelasannya

"Tolong diminta semua masyarakat coba bisa tidak kita coba dengan kesadaran menghemat. Yang biasanya keluar bensin tiga liter bisa tidak dua liter saja. Ya mengurangi menghirup udara polusi CO2," jelasnya.

Arifin juga menjelaskan mengenai rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi, yang saat ini masih dalam pembahasan dan pendalaman oleh pemerintah.

"Sekarang sedang dibahas karena ada beberapa opsi. Kan pertimbangannya dalam, kita juga mengidentifikasi. Harus teliti," tegasnya.

Menurutnya, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM karena harga Indonesia Crude Price (ICP) di tingkat global mengalami kenaikan, dan konsumsi masyarakat semakin meningkat.

Awalnya pemerintah mengalokasikan Rp502,4 triliun untuk memberi subsidi pada harga BBM dengan asumsi volume konsumsi untuk solar sebanyak 15 juta kiloliter dan Pertalite 23 juta kiloliter hingga akhir tahun.


Oleh sebab itu, pemerintah menaikkan harga BBM mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah sangat berat jika harus menambah alokasi subsidi energi dari Rp502,4 triliun menjadi hampir Rp700 triliun.

"Itu bisa tembus Rp700 triliun (subsidi dari pemerintah)," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mendukung daya beli masyarakat dengan merealokasi anggaran yang seharusnya merupakan subsidi energi sebesar Rp24,17 triliun menjadi bantuan sosial.

Erick Thohir

Tak jauh beda dikatakan Menteri BUMN Erick Thohir yang menurutnya harga BBM Pertamax bisa kembali turun jika harga minyak mentah dunia merosot ke angka 75 dollar AS per barel.


Sumber : Antara/Kompas.com

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x