Kompas TV video vod

Selain Tak Ada Perlawanan dari Putri, LPSK Ungkap Sejumlah Kejanggalan Lain dari Dugaan Pelecehan PC

Selasa, 6 September 2022 | 21:55 WIB

Penulis : Aisha Amalia Putri

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menanggapi pernyataan Komnas HAM, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, LPSK menyatakan ada sejumlah kejanggalan dalam dugaan pelecehan seksual, yang dilakukan Yosua kepada Putri Candrawathi.

Pertama, setelah mengaku dilecehkan Yosua, Putri masih serumah dengan Yosua.

Putri mengaku dilecehkan Yosua, ketika berada di Magelang, Jawa Tengah, pada 7 Juli 2022.

Namun, berdasarkan bukti rekaman CCTV, keduanya masih berada dalam satu rumah, yakni ketika tiba di rumah dinas Ferdy Sambo, pada 8 Juli 2022. 

Baca Juga: Berbeda dengan Putri Candrawati, 3 Ibu ini Tetap Dipenjara Bersama Anaknya

Kedua, tidak ada perlawanan dari Putri Candrawati.

LPSK menyebut, jika memang terjadi tindak pelecehan seksual oleh Yosua terhadap Putri, Putri sebenarnya bisa melakukan perlawanan.

Ketiga, di lokasi pelecehan ada saksi mata.

Selain tidak adanya perlawanan dari Putri Candrawathi, kejanggalan berikutnya adalah adanya pihak lain, di rumah Magelang yang menjadi saksi tindakan pelecehan seksual.

Mereka adalah Kuat ma'ruf yang merupakan sopir Putri Candrawati, dan Susi, asisten rumah tangga.

Lalu yang keempat saudara, adanya relasi kuasa.

Sebagaimana diketahui, Yosua adalah ajudan dari Ferdy Sambo.

Sementara Putri Candrawathi adalah istri dari atasannya itu.

Dalam kasus pelecehan seksual, biasanya ada relasi kuasa antara pelaku pelecehan seksual, dan korban.

Kelima, Putri Candrawathi masih mencari Brigadir Yosua.

Kejanggalan berikutnya, ada percakapan antara Putri Candrawathi dan Bripka Ricky Rizal.

Dalam percakapan itu terungkap, bahwa Putri Candrawati masih menanyakan keberadaan Yosua pada Bripka Ricky Rizal.

Kejanggalan terakhir, adalah masih adanya pertemuan antara Yosua dan Putri di Magelang, setelah terjadinya peristiwa pelecehan seksual.

Bahkan, Yosua masih diajak pulang ke Jakarta oleh Putri, meskipun sudah tidak satu mobil.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x