Kompas TV internasional kompas dunia

Demi Lindungi Buah Hati, Ibu di India Ini Lawan Harimau Pakai Tangan Kosong

Selasa, 6 September 2022 | 23:00 WIB
demi-lindungi-buah-hati-ibu-di-india-ini-lawan-harimau-pakai-tangan-kosong
Archana Choudhary, seorang ibu di negara bagian Madhya Pradesh, India, terbaring di rumah sakit usai bergulat pakai tangan kosong lawan harimau yang berusaha memangsa anaknya. (Sumber: BBC)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

JABALPUR, KOMPAS.TV - Seorang ibu di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, menderita luka serius usai bergulat melawan harimau. Ibu bernama Archana Choudhary ini rela melawan harimau untuk melindungi anaknya yang diserang.

Menurut laporan BBC, Selasa (6/9/2022), insiden ini terjadi di pinggiran Taman Nasional Bandhavgarh, Minggu (4/9) kemarin.

Saat kejadian, Archana dan anaknya sedang berada di ladang. Seekor harimau tiba-tiba muncul dari semak-semak dan menyerang.

Harimau tersebut menyerang anak Archana yang baru berusia 15 bulan. Si harimau telah menancapkan giginya ke kepala bayi itu.

Harimau itu berusaha menyeret si bayi. Namun, Archana segera turun tangan mencegah harimau tersebut.

Baca Juga: Imbas Serangan Harimau, Pekerja di Hutan Industri Pelalawan Riau Diimbau Tak Keluar Malam Sendirian

Archana bergulat lawan harimau sembari berteriak minta tolong hingga warga desa datang menolongnya.

Warga desa mengusir harimau itu, lalu membawa Archana dan anaknya ke rumah sakit.

Archana dilaporkan menderita luka bocor di paru-paru dan luka dalam di tubuhnya. Sedangkan anaknya menderita luka di kepala.


Misthi Ruhela, seorang dokter yang merawat keduanya menyebut, luka sang anak tidak serius, tetapi ibunya mengalami luka serius.

Misthi menyebut, pasangan ibu-anak itu dirawat di ruang ICU dan telah diberi suntikan anti-rabies.

Serangan satwa liar ke warga yang tinggal di sekitar taman nasional cukup umum terjadi di India. Menurut warga, selain harimau, gajah juga sering masuk ke desa dan merusak tanaman.

Di seantero India, warga dekat hutan atau taman nasional telah menyaksikan peningkatan jumlah insiden konflik manusia dengan hewan.

Para ahli menyebut fenomena itu terjadi karena urbanisasi cepat yang menghancurkan habitat alami satwa liar, memaksa satwa memasuki desa dan kota untuk mencari mangsa dan berlindung.

Baca Juga: 24 Orang Tewas Tersambar Petir di India Hanya dalam Tiga Hari

 


Sumber : BBC

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x