Kompas TV travel jelajah indonesia

Sejarah Kota Tua Jakarta, Alami Puluhan Tahun Revitalisasi

Minggu, 28 Agustus 2022 | 06:20 WIB
sejarah-kota-tua-jakarta-alami-puluhan-tahun-revitalisasi
Ilustrasi. Salah satu bangunan tinggal era kolonial di sudut Kota Tua Jakarta. Foto ini dirilis pada 2 Februari 2015. (Sumber: Uwe Aranas/CEPhoto via Wikimedia)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Hariyanto Kurniawan

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Walaupun gagal ditetapkan sebagai warisan dunia (world heritage) UNESCO pada 2018 lalu, Pemprov DKI Jakarta tak menutup kemungkinan pengajuan kembali kawasan Kota Tua Jakarta untuk menyandang status tersebut.

Kota Tua sendiri adalah salah satu destinasi wisata favorit di DKI Jakarta. Perbaikan kualitas lingkungan dan peningkatan infrastruktur terus digencarkan agar Kota Tua siap mendunia.

Kota Tua pun telah mengalami puluhan tahun upaya revitalisasi dari pemerintah setempat. Sejak era Ali Sadikin hingga Anies Baswedan, kawasan ini berulangkali direvitalisai, meskipun realisasinya sempat mengalami pasang-surut.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Dalam pembukaan Festival Batavia Kota Tua, Jumat (26/8/2022) lalu, Gubernur Anies Baswedan mengajak warga berwisata ke Kota Tua untuk menyaksikan perjalanan sejarah Jakarta yang telah berusia sekitar 400 tahun.

Baca Juga: Sambut Wajah Baru Kota Tua, Pemprov DKI Jakarta Gelar Festival Batavia Selama 3 Hari, Gratis!

"Di tempat ini, kita melihat bagaimana perjalanan kota ini selama 400 tahun, ditandai dengan bangunan-bangunan yang dibangun sejak tahun 1600-an," kata Anies dikutip Kompas.com.

Kata dia, Kota Tua bukanlah sekadar wisata sejarah, melainkan tempat yang bisa “membawa orang melintasi waktu.”

"Saya ingin mengundang seluruh warga Jakarta dan sekitarnya. Mari datangi Kota Tua, mari kita lihat Kota Tua yang hampir tuntas pembangunannya (revitalisasi). Dan kita ramaikan Festival Kota Tua," sambung Anies.

Kota Tua merupakan areal sekitar 1,3 kilometer persegi yang terletak di wilayah administrasi Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Kawasan ini dulunya dijuluki “Ratu dari Timur”, menjadi tempat Belanda membangun infrastruktur-infrastruktur awal kota seperti benteng, kanal, gedung pemerintahan, serta perkantoran.

Baca Juga: Ketika Daendels Tiba di Batavia dan Awal Keruntuhan Para Penguasa Jawa

VOC awalnya membangun kota ini di sekitar tepi timur Sungai Ciliwung (sekarang Lapangan Fatahillah).

Kemudian, kota yang dulu bernama Batavia ini diperluas. Pada 1942, ketika era pendudukan Jepang, Batavia berganti nama menjadi Jakarta.

Puluhan tahun revitalisasi Kota Tua Jakarta


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x