Kompas TV nasional peristiwa

Curhat Jokowi kepada KADIN se-Indonesia: Ketidakpastian Global Tidak Gampang, Justru Kian Rumit

Selasa, 23 Agustus 2022 | 10:22 WIB
curhat-jokowi-kepada-kadin-se-indonesia-ketidakpastian-global-tidak-gampang-justru-kian-rumit
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022, Kamis (18/8/2022). (Sumber: Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden.)

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Joko Widodo mengatakan ketidakpastian ekonomi global tidak semakin gampang,  justru kian rumit.

Saat ini, kata Jokowi, lembaga-lembaga internasional memperkirakan 66 negara akan ambruk ekonominya dari semula hanya sembilan negara.

“Dan satu per satu sudah mulai. Inilah yang kita hadapi sekarang, sebuah keadaan dan situasi yang tidak mudah, situasi yang sangat-sangat sulit,” ucap Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada KADIN se-Indonesia, Selasa (23/8/2022).

“Dan bertubi-tubi mulai dari krisis kesehatan karena pandemi, masuk ke krisis pangan, masuk lagi ke krisis energi, masuk ke krisis keuangan, tidak mudah. Untuk pangan saja, sangat mengerikan.”

Baca Juga: Kepada Mahfud MD, Arteria Singgung Tito Karnavian dan Yasonna H Laoly yang Diam di Kasus Ferdy Sambo

Presiden Jokowi kemudian menceritakan tentang bagaimana kunjungan beberapa bulan lalu ke Ukraina dan Rusia.

Semula, Presiden Jokowi berharap kehadirannya bisa menjadi ruang dialog bagi Rusia dan Ukraina yang tengah berkonfllik, namun fakta di lapangan tidak memungkinkan.

“Saat saya ke Ukraina kemudian ke Rusia ketemu Presiden Zelenskyy dan selama satu setengah jam, saya berbicara. Dengan Presiden Putin, dua setengah jam saya berbicara. Saya melihat, saya sebetulnya ingin agar-agar ruang dialog, tapi saya lihat di lapangan sulit,” ujar Jokowi.

“Untuk mempertemukan dalam sebuah ruang dialog antara Presiden Putin dan Presiden Zelenskyy sehingga saya berbelok saat itu saat belokan ke urusan krisis pangan saja, sudah saya mau berbicara ini.”

Baca Juga: Kepada Mahfud MD, Arteria Singgung Tito Karnavian dan Yasonna H Laoly yang Diam di Kasus Ferdy Sambo

Dari pertemuannya dengan Presiden Zelenskyy, Jokowi mengatakan Ukraina memiliki stok 77 juta ton gandum.

Angka tersebut merupakan stok awal yang berjumlah 22 juta ditambah panen baru 55 juta ton.

“Presiden Ukraina menyampaikan bahwa di Ukraina sendiri ada stok 22 juta ton ditambah lagi panen baru 55 juta ton artinya 77 juta ton ada di Ukraina,” katanya.

“Ditambah di Rusia, saya tanya ke Presiden Putin, ada berapa sih gandum di Rusia, 130 juta ton, Artinya total 2 negara itu sudah 207 juta ton. Kita ini makan beras hanya 31 juta per tahun, ini 207 juta ton nggak bisa keluar.”

Baca Juga: Mahfud MD Jawab Tantangan Desmon J Mahesa soal Pembubaran Kompolnas: DPR yang Buat, Bubarkan Saja

Akibatnya, kata Jokowi, sejumlah negara yang bergantung dari Rusia atau Ukraina untuk komoditas gandum, kini menghadapi situasi sulit.

“Bisa bayangkan, negara-negara yang mengimpor dari sana terutama Afrika betul-betul saat ini berada pada kondisi yang sangat sulit,” kata Jokowi.



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x