Kompas TV nasional peristiwa

Mahfud MD Ngaku Pengalaman Terjemahkan Keinginan Presiden Jokowi: BLBI, FPI, hingga Kasus Satelit

Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:22 WIB
mahfud-md-ngaku-pengalaman-terjemahkan-keinginan-presiden-jokowi-blbi-fpi-hingga-kasus-satelit
Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus Ketua Pengarah Satgas BLBI (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV/Nurul Fitriana)

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Koordinator (Menko) Politik dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengaku dapat menerjemahkan keinginan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sehingga dalam kasus tewasnya Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat, dimana Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dirinya tidak menghubungi Presiden Jokowi.

“Yang ini saya tidak kontak Presiden, tapi saya tahu Presiden sudah menunjukkan itu dan perintahnya itu bisa diterjemahkan dengan cara ini,” ucap Mahfud MD dalam perbincangannya yang dikutip dari YouTube Akbar Faisal, Rabu (17/8/2022). KOMPAS.TV sudah meminta izin untuk mengutip pernyataan itu dari channel YouTube tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD saat Ferdy Sambo Katakan Ada Upaya Perkosaan di Magelang: Itu Karangan, Tapi Menjijikan

Mahfud MD mengaku punya banyak pengalaman untuk menerjemahkan keinginan Presiden Jokowi. Satu contoh adalah soal kasus BLBI, dimana Presiden Jokowi cukup lama menunggu pembantunya untuk membuka kasus ini ke publik.

“Terus siapa yang bertanggung jawab, menteri ini ndak, menteri itu ndak, Saya bilang ke Presiden, Pak saya koordinasikan tapi saya minta Keppres, saya akan memimpin ini, menterinya disebutkan yang harus ikut saya, keluar Keppres, jalan,” cerita Mahfud.

Sama halnya ketika persoalan FPI yang tidak punya legal standing bertahun-tahun.

Mahfud menceritakan, ketika itu ada beberapa Kapolri yang siap melarang keberadaan FPI setelah menjabat bulan menjabat.

Tapi faktanya, Kapolri berganti ketika itu FPI masih menjadi eksis di Indonesia.

Baca Juga: Mahfud MD: Ada Grup Sambo dari Daerah-daerah ke Jakarta Hilangkan Jejak dan Halangi Penyidikan

“Lalu dimana masalahnya, setiap saya tanya ke presiden, ternyata saling tunjuk ini, ada 7 institusi itu,” cerita Mahfud.

“Saya bilang ke Presiden, saya yang memimpin Pak.”

Mahfud mengatakan Presiden Jokowi merespons baik ketika itu, karena berharap persoalan legalitas FPI cepat diselesaikan dan pemerintah tidak dinilai sewenang-wenang.


“Ya dikeluarkan Inpres, saya ditunjuk, selesai. BLBI pun begitu,” ungkap Mahfud MD.

Termasuk kasus satelit di Kementerian Pertahanan yang terjadi sejak 2012. Dalam upaya menyelesaikan kasus tersebut, Mahfud mengaku tidak ada yang berani mengambil sikap soal kasus satelit.

Baca Juga: Cerita Mahfud MD saat Ferdy Sambo Belum Tersangka, Jokowi Marah dan Beri Petunjuk Kapolri

“Saya bilang masa ndak ada yang berani sentuh, saya datangi Pak Panglima, gimana Pak kalau ada gini, Loh kalau Pak Menko mau silahkan itu hukum,” kata Mahfud.

“Saya datang ke Pak Prabowo iya juga, loh kalau begitu siapa yang tidak mau ini, saya panggil semua, akhirnya jadi kasus sekarang, masuk ke pengadilan kan sekarang.”


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x