Kompas TV nasional peristiwa

PKS Tanggapi Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi: Jangan Sebatas Pidato Mimbar

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:08 WIB
pks-tanggapi-pidato-kenegaraan-presiden-jokowi-jangan-sebatas-pidato-mimbar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara dalam acara penyerahan penghargaan International Rice Research Institute kepada Pemerintah RI di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8/2022). (Sumber: Tangkapan layar video kanal Youtube Sekretariat Presiden RI)
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Purwanto

JAKARTA, KOMPAS.TV- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengomentari pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

PKS berharap, apa yang disampaikan Presiden Jokowi tidak hanya sebatas pidato di mimbar tapi harus menjadi realita.

Demikian Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Selasa (16/8/2022).

“Sebagai partai oposisi saya apresiasi seluruh tekad yang baik. Tetapi tidak boleh hanya sebatas pidato di mimbar, tapi harus jadi realita dalam kehidupan masyarkat,” ucap Jazuli Juwaini.

“Kalau serius, sebagai umat beragama mengajarkan optimisme. Tetapi harus dibarengi keseriusan dan tanggung jawab. Insya Allah akan terwujud.”

Baca Juga: Alasan Jokowi Pilih Baju Paksian Pucuk Rebung: Mengandung Filosofi Kesejukan Harapan dan Pertumbuhan

Jazuli lebih lanjut menilai pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Jokowi mengandung tekad yang ingin untuk diwujudkan.

“PR nya adalah bagaimana upaya serius mewujudkan tekad dan keinginan itu secara implementatif dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam koreksinya, PKS mempertanyakan soal materi pidato kenegaraan Presiden Jokowi yang mengatakan soal kedaulatan pangan Indonesia surplus.

Pasalnya, kata Jazuli, jika memang kedaulatan pangan Indonesia surplus kenapa masih melakukan impor.

“Kedaulatan pangan kita surplus. Tapi kalo surplus kenapa di impor juga, itu yang penting karena mengganggu pasar petani,” ucap Jazuli.

Baca Juga: Jokowi Sampaikan 5 Agenda Penting dalam Pidato Kenegaraan HUT ke-77 RI, Ini Rinciannya

“Jangan bangga impor ini itu tapi stabilitas harga di masyarakat daya beli rendah diperhatikan.”

Dalam pidato kenegaraan yang disampaikannya, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia tidak lagi melakukan impor untuk beras.

Menurutnya, hal itu dikarenakan ada korelasi dengan pembangunan bendungan dan irigasi untuk meningkatkan produktivitas nasional.

“Untuk beras konsumsi, kita sudah tidak lagi impor dalam tiga tahun terakhir. Pembangunan bendungan dan irigasi telah mendukung peningkatan produktivitas nasional,” ucap Jokowi.

“Alhamdulillah, kita baru saja memperoleh penghargaan dari International Rice Research Institute karena kita dinilai mampu mencapai sistem ketahanan pangan dan swasembada beras sejak tahun 2019.”


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x