Kompas TV internasional kompas dunia

Taliban Pukuli Perempuan dan Lakukan Tembakan ke Udara saat Bubarkan Unjuk Rasa Kaum Perempuan

Minggu, 14 Agustus 2022 | 04:25 WIB
taliban-pukuli-perempuan-dan-lakukan-tembakan-ke-udara-saat-bubarkan-unjuk-rasa-kaum-perempuan
Personel Taliban dilaporkan memukuli pengunjuk rasa perempuan dan melepaskan tembakan ke udara hari Sabtu (13/8/2022) saat mereka membubarkan rapat umum yang jarang terjadi di ibu kota Afghanistan. (Sumber: Straits Times)

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Hariyanto Kurniawan

KABUL, KOMPAS.TV - Personel Taliban dilaporkan memukuli pengunjuk rasa perempuan dan melepaskan tembakan ke udara saat membubarkan rapat umum yang jarang terjadi di ibu kota Afghanistan.

Peristiwa itu terjadi beberapa hari menjelang peringatan pertama kembalinya kelompok Islam garis keras itu berkuasa.

Sejak merebut kendali pada 15 Agustus tahun lalu, Taliban mengembalikan kemajuan yang didapat kaum perempuan selama dua dekade intervensi Amerika Serikat di Afghanistan.

Sekitar 40 perempuan, meneriakkan “roti, pekerjaan dan kebebasan” berbaris di depan gedung Kementerian Pendidikan di Kabul, sebelum personel Taliban membubarkan mereka dengan menembakkan senjata mereka ke udara, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (13/8/2022).

Beberapa pengunjuk rasa perempuan yang berlindung di toko-toko terdekat dikejar dan dipukuli oleh pejuang Taliban dengan popor senapan mereka.

Baca Juga: Sudah Satu Tahun Remaja Perempuan Afghanistan Dilarang Bersekolah, Belum Juga Ada Titik Terang

Perempuan muda Afghanistan belajar di madrasah. Personel Taliban dilaporkan memukuli pengunjuk rasa perempuan dan melepaskan tembakan ke udara saat membubarkan rapat umum yang jarang terjadi di ibu kota Afghanistan. (Sumber: AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "15 Agustus adalah hari hitam" mengacu pada peringatan yang akan datang, saat mereka menuntut hak untuk bekerja dan partisipasi politik.

"Keadilan, keadilan. Kami muak dengan ketidaktahuan," teriak para pengunjuk rasa sebelum mereka bubar.

“Sayangnya, Taliban dari dinas intelijen datang dan menembak ke udara,” kata Zholia Parsi, salah satu penyelenggara pawai.

“Mereka membubarkan gadis-gadis itu, merobek spanduk kami dan menyita ponsel banyak gadis.”

Beberapa wartawan yang meliput protes, unjuk rasa wanita pertama dalam beberapa bulan, juga dipukuli oleh para personel Taliban.



Sumber : Al Jazeera

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x