Kompas TV regional update

Waspadai Hujan dan Angin Kencang di Manggarai Barat, BMKG Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:16 WIB
waspadai-hujan-dan-angin-kencang-di-manggarai-barat-bmkg-imbau-warga-tak-bakar-lahan
Kebakaran pada salah satu titik lahan di dalam Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT beberapa waktu lalu. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Desy Afrianti

LABUAN BAJO, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkaan peringatan dini waspada hujan dan angin kencang di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

"Untuk potensi hujan dalam pekan ini. Waspadai potensi angin kencang yang bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat Sti Nenotek di Labuan Bajo, Kamis (11/8/2022), dikutip dari Antara.

Hal itu mengingat, aktifnya gelombang rossby di wilayah NTT yang mengindikasi potensi pertumbuhan awan hujan yang luas di sekitar wilayah yang dilewatinya.


 

Selain itu, adanya anomali suhu muka laut 1-4 derajat di NTT (Laut Flores) yang mengindikasikan potensi penguapan (penambahan masa uap air), sehingga wilayah Manggarai Barat berpotensi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Hari Ini Beberapa Daerah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem, Angin Kencang hingga Petir

Waspada potensi kahutla

Berdasarkan peringatan dini ini, Sti Nenotek mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang sifatnya kering di musim kemarau, karena berpotensi menyebabkan meluasnya karhutla.

Antisipasi potensi karhutla bisa dilakukan dengan tidak membakar lahan atau melakukan aktivitas yang berpotensi membuat kebakaran.

"Diharapkan para petani tidak membersihkan lahan atau membuka lahan baru dengan cara membakar, karena akan mengakibatkan kebakaran yang meluas akibat  angin kencang," kata Sti.

Selain memberi peringatan potensi angin kencang dan hujan, BMKG juga meminta masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana kekeringan dengan menabung dan menghemat air.

Hal itu merupakan bagian dari mitigasi dampak kekeringan yang terjadi pada musim kemarau tahun 2022.


Sumber : Kompas TV/Antara

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x