Kompas TV internasional kompas dunia

Perwakilan 30 Negara Islam Berkunjung ke China

Senin, 8 Agustus 2022 | 11:09 WIB
perwakilan-30-negara-islam-berkunjung-ke-china
Anyin Choo, Duta Besar Guyana untuk China dalam kunjungannya ke Xinjiang, China. (Sumber: Twitter @Jinan_ICC)

Penulis : Rofi Ali Majid | Editor : Iman Firdaus

BEIJING, KOMPAS.TV - Perwakilan dari 30 negara Islam telah berkunjung ke China, seperti diwartakan Xinhua pada Minggu (7/8/2022).

Kedatangan wakil dari negara-negara Islam itu dalam rangka memenuhi udangan Kementerian Luar Negeri China, berlangsung sepanjang lima hari, sejak awal Agustus tahun ini.

Di antara para wakil yang hadir ada  Aljazair, Arab Saudi, Irak dan Yaman serta Pakistan. Para utusan diketahui berkunjung ke Daerah Otonomi Uygur Xinjiang, barat laut China.

Beberapa lokasi yang dikunjungi meliputi ibu kota regional Urumqi, Prefektur Kashgar, dan Prefektur Aksu, di mana mereka mempelajari perkembangan ekonomi dan sosial kawasan itu.

Media China itu menyebut, tamu undangan menyaksikan pencapaian Xinjiang dalam stabilitas sosial, pembangunan ekonomi, peningkatan mata pencaharian masyarakat dan kerukunan beragama serta kemakmuran budaya.

Tamu yang diundang mengungkapkan harapan, pertukaran dan kerja sama dengan kawasan itu bakal diperdalam lagi.

Baca Juga: Hari Ini, 55 Tahun Lalu, ASEAN Dibentuk, Berawal dari Konflik Indonesia, Malaysia & Filipina

"Buah di sini sangat manis, seperti kehidupan orang-orang di sini," kata Hassane Rabehi, Duta Besar Aljazair untuk China.

Selama kunjungan, Rabehi menyebut lebih mengenal situasi Xinjiang yang sebenarnya, di mana hak-hak masyarakat dari semua kelompok etnis terlindungi dengan baik.

Dubes Aljazair juga berharap dapat melakukan lebih banyak kerja sama dengan Xinjiang dalam pembangunan infrastruktur, pengembangan pertanian modern, pendidikan dan penelitian ilmiah.

Sementara Abdulrahman Ahmad H. Alharbi, Duta besar Arab Saudi untuk China, mengatakan pencapaian Xinjiang luar biasa dan hubungannya dengan dunia luar kian dekat.

Menurutnya,  Arab Saudi bersedia terus memperkuat kerja sama dengan Xinjiang, memanfaatkan keunggulan kedua belah pihak dengan baik, dan berinvestasi lebih banyak dalam teknologi, pengetahuan, dan bidang lainnya.

Adapun Duta Besar Brunei untuk China, Pehin Dato Rahmani, mengatakan, setelah bertahun-tahun berusaha, Xinjiang telah membuat prestasi luar biasa dalam pembangunan. 

Ia menyebut, orang-orang dari semua kelompok etnis di tempat itu harmonis dan menikmati kebebasan beragama, selain juga mata pencaharian masyarakat meningkat.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan China untuk bersama-sama mempertahankan sistem multilateral dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai intinya, mematuhi nilai-nilai pembangunan damai, dan semakin memperkuat pertukaran sumber daya," ujar Anyin Choo, Duta Besar Guyana untuk China.

Baca Juga: Selamatkan 52 WNI Saat Diculik Kelompok Abu Sayyaf, 52 Tentara Filipina Dianugerahi Medali

 


Sumber : Xinhua

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x