Kompas TV video sinau

"Nyokap Ama Bokap", Kata Nonbaku Kok Masuk KBBI? Ini Penjelasannya

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:16 WIB

Penulis : Arief Rahman

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kamus ekabahasa resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Badan Pengambangan dan Pembinaan Bahasa.

KBBI pertama kali diterbitkan pada 1988 dengan 62.000 entri di dalamnya, yang bersumber awal dari 4 Kamus yaitu:
1. Kamus Indonesia oleh E. St. Harahap (1942),
2. Kamus Modern Bahasa Indonesia oleh Sutan Mohammad Zain (1951),
3. Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh W.J.S. Poerwadarminta (1953),
4. Kamus Bahasa Indonesia oleh Pusat Bahasa (1983).

Saat ini KBBI bisa diakses secara cetak, luring, dan daring. Untuk akses KBBI daring melalui kbbi.kemdikbud.go.id.

Update terbaru, KBBI daring memiliki total 116.787 entri (22 Juli 2022), yang terdiri dari:
Entri Dasar: 52,923 (45.32 %)
Kata Turunan: 27,670 (23.69 %)
Gabungan Kata: 32,607 (27.92 %)
Peribahasa: 2,078 (1.78 %)
Idiom: 273 (0.23 %)
Ungkapan: 1,147 (0.98 %)
Varian: 89 (0.08 %)

Namun jika kita perhatikan, tak semua entri dalam KBBI merupakan kata baku. Terdapat pula kata tidak baku seperti praktek, resiko, analisa, jaman, hingga tehnologi.

Selain itu ada juga kata-kata percakapan sehar-hari (kata ragam percakapan) seperti bokap, gue, kok, bucin, ama, nyokap, dan lu.

Pemakaian kata baku atau nonbaku berkaitan dengan konteks penggunaan bahasa.

Dalam percakapan sehari-hari tentu berbeda dengan acara resmi, korespondensi kedinasan maupun laporan karya ilmiah.

Lantas apa perlunya kata “bokap” masuk KBBI jika sudah ada kata baku “ayah”?

Ivan Lanin, pendiri Narabahasa, menjelaskan bahwa KBBI merupakan “kamus besar” (unabridged dictionary) bukan “kamus baku” (standard dictionary).

“Kamus besar memuat semua kosakata yang digunakan oleh penutur dengan kriteria tertentu (frekuensi dan julat).” dikutip dari jawaban Ivan Lanin di Quora untuk pertanyaan “Apakah semua kata yang masuk KBBI termasuk kata baku?

Menukil Narabahasa.id, KBBI merekam seluruh fenomena bahasa dalam masyarakat sebagai penggunanya. Oleh karenanya, kata nonbaku masih dapat digunakan selama dalam konteks dan keadaan yang mengijinkan penggunaannya.


Sumber : ahlibahasa.kemdikbud.go.id, kbbi.kemdikbud.go.id, narabahasa.id, quora


BERITA LAINNYA


Close Ads x