Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Dollar Melemah terhadap 6 Mata Uang Negara Lainnya, tapi dalam Tren Penguatan Tertinggi Sejak 2002.

Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:47 WIB
dollar-melemah-terhadap-6-mata-uang-negara-lainnya-tapi-dalam-tren-penguatan-tertinggi-sejak-2002
Ilustrasi - Dolar AS dihitung oleh seorang bankir di bank di Westminster, Colorado, Amerika Serikat. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

Penulis : Dina Karina | Editor : Desy Afrianti

NEW YORK, KOMPAS.TV - Nilai tukar dollar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Pelemahan dollar terjadi karena pelaku pasar merespons data ekonomi yang baru dirilis dan kemungkinan bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga seagresif yang diperkirakan sebelumnya.

Data ekonomi tersebut yaitu data aktivitas manufaktur AS melambat kurang dari yang diharapkan pada Juli.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,43 persen menjadi 105,4500.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0257 dolar AS, dari 1,0224 dolar AS di sesi sebelumnya. Lalu pound Inggris naik menjadi 1,2255 dolar AS, dari 1,2176 dolar AS di sesi sebelumnya.

Baca Juga: Naik Rp121 T dalam Sebulan, Utang Pemerintah Tembus Rp7.123 T Per Juni 2022

Kemudian dollar Australia naik menjadi 0,7022 dolar AS, dari 0,6996 dolar AS. Selanjutnya dolar AS dibeli 131,83 yen Jepang, lebih rendah dari 133,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya.


 

Dolar AS juga turun menjadi 0,9506 franc Swiss, dari 0,9519 franc Swiss. Dollar AS juga turun 1,2847 dolar Kanada, dari 1,2808 dolar Kanada.

Meski menurun pada perdagangan hari ini, nilai tukar dollar berada dalam tren penguatan. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan mata uang di seluruh dunia, termasuk rupiah, melemah lantaran mata uang dolar AS sangat kuat saat ini. 

Dia menuturkan indeks dolar AS beberapa hari lalu pernah mencapai 108 poin bahkan 109 poin.

Baca Juga: Pertama Kali Sejak Invasi Rusia, Ukraina Kembali Ekspor Pangan Lewat Pelabuhan

"(nilai dollar) Ini termasuk yang terkuat sejak 2002, seluruh dunia mengalami tekanan nilai tukar," kata Perry dalam konferensi pers virtual, Senin (1/8).

Atas dasar itulah, BI  tidak segan melakukan stabilitas nilai tukar, melindungi ekonomi dan inflasi Indonesia dari tekanan dolar AS dan perekonomian global secara umum. 


Sumber : Antara

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


VOD

Harga BBM Subsidi Naik, Warga Semakin Berhemat

Minggu, 25 September 2022 | 00:40 WIB
Close Ads x