Kompas TV internasional kompas dunia

Misteri Kematian Dua Perempuan Arab Saudi di Australia, Jasad Baru Ditemukan Sebulan setelah Tewas

Kamis, 28 Juli 2022 | 21:52 WIB
misteri-kematian-dua-perempuan-arab-saudi-di-australia-jasad-baru-ditemukan-sebulan-setelah-tewas
Asra Abdullah Alsehli, 24 tahun (kiri) and Amaal Abdullah Alsehli, 23 tahun, kakak beradik asal Arab Saudi yang tewas secara misterius di sebuah apartemen di Sydney, Australia. (Sumber: New South Wales Police via BBC)

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Hariyanto Kurniawan

SYDNEY, KOMPAS.TV – Polisi Australia dibuat kebingungan usai menemukan dua jasad perempuan Arab Saudi di sebuah apartemen di Sydney. Kedua jasad itu diyakini telah berada dalam apartemen itu selama sebulan sebelum ditemukan.

Melansir BBC pada Kamis (28/7/2022), kakak beradik Asra Abdullah Alsehli (24) dan Amaal Abdullah Alsehli (23), ditemukan tewas pada 7 Juni lalu di tempat tidur terpisah di sebuah rumah apartemen di pinggiran Canterbury, New South Wales, Australia.

Polisi yang dipanggil ke rumah itu untuk melakukan pengecekan kesejahteraan, menyatakan bahwa kedua perempuan itu diyakini telah meninggal pada awal Mei, atau sebulan sebelumnya.

Namun, kendati telah melakukan penyelidikan meluas, polisi masih belum tahu sebab musababnya.

Baca Juga: Proyek Rahasia Arab Saudi, Gedung Setinggi Hampir 500 Meter dan Panjang 120 Km Berdana Fantastis

Kedua kakak beradik itu pindah dari Arab Saudi ke Australia pada 2017. Sydney Morning Herald melaporkan, keduanya kemungkinan hendak mencari suaka. Polisi menolak untuk mengonfirmasi hal ini dengan dalih tak berwenang berkomentar terkait status kependudukan warga.

Organisasi hak asasi manusia menyatakan agar penyebab kedua perempuan itu melarikan diri dari Arab Saudi diungkap, apakah karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ataukah undang-undang keras menyoal perempuan. Namun, tak ada bukti bahwa hal itu jadi sebab masalahnya. 

Polisi menyatakan telah berkontak dengan keluarga perempuan itu, yang turut mendampingi dalam penyelidikan.

Lina al-Hathloul, kepala komunikasi dan monitoring organisasi HAM Saudi ALQST, menyebut bahwa ini bukanlah kasus pertama terkait perempuan Saudi yang terbunuh di luar negeri setelah melarikan diri dari KDRT.


Sumber : BBC

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x