Kompas TV nasional agama

Cerita Jemaah Haji: Dulu Itu Haji Kelaparan, Sekarang Haji Kekenyangan

Jumat, 15 Juli 2022 | 13:10 WIB
cerita-jemaah-haji-dulu-itu-haji-kelaparan-sekarang-haji-kekenyangan
Ilustrasi. Anggota jemaah haji Indonesia saat berada di Makkah (Sumber: Kemenag)
Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Edy A. Putra

MAKKAH, KOMPAS.TV - Eko Junaidi, anggota jemaah haji asal Pati, Jawa Tengah, bercerita mengenai perbedaan menjalani ibadah haji dulu dan sekarang.

“Saya sudah dua kali berhaji, pertama tahun 2006. Kondisinya jauh berbeda. Dulu itu haji kelaparan, sekarang haji kekenyangan. Berbalik 190 derajat,” ujar Eko usai menimbang kopernya di Hotel Al Keswah, di Makkah, Kamis (14/7/2022) malam waktu Arab Saudi, dikutip dari Kemenag.

Eko yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air hari ini, Jumat (15/7/2022), mengatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berbeda dengan tahun 2006. 

Dulu, kata Eko, ia juga mengalami haji akbar di haji pertamanya seperti tahun ini. Haji akbar terjadi saat puncak haji jatuh pada hari Jumat.

Ia lantas mengisahkan, saat puncak haji pada 2006, banyak jemaah asal Indonesia yang kelaparan di Armuzna.

“Dulu itu saat di Arafah, makanan sedikit dan hanya roti, kalau sekarang nasi banyak,” paparnya.

“Saya belum lapar sudah datang lagi makanan. Rasanya juga enak cita rasa Indonesia,” sambung Eko.  


Selain makanan yang melimpah dan enak, kondisi hotel yang ditempatinya di Makkah dan Madinah juga disebutnya sangat baik.

Di Makkah, Eko mendapatkan penginapan di Hotel Al Keswah.

Meski hotel ini menampung lebih dari 23 ribu anggota jemaah, namun pelayanan yang diberikan membuatnya sangat terkesan.

“Tiap dua hari sekali, sprei dan bantal diganti. Tiap hari kamar juga dibersihkan petugas. Makanan dapat tiga kali sehari," ujarnya. 

"Mantab Pak Menteri, Terima kasih Pak Jokowi, sungguh pelayanan yang membuat kami betah beribadah,” sambungnya. 

Baca Juga: Campur Aduk Perasaan Jemaah Haji yang Pulang ke Tanah Air Hari Ini, Semoga Jadi Haji Mabrur

Betah di Tanah Suci

Hal yang sama diungkapkan Fahrizal Anwar dari Bukit Tinggi yang tergabung dalam kloter 2 Padang yang juga dijadwalkan pulang hari ini. 

Usai menimbang koper, Fahrizal tampak merenung seakan ogah meninggalkan Makkah.

“Saya betah di sini. Seakan tidak mau pulang. Ibadah enak di sini," katanya. 

Bahkan, ia cerita, ibadah di tanah suci begitu nikmat. 

"Bisa jalan kaki ke Masjidil Haram hanya 1 km. Kalau capek juga ada bus shalawat yang mengantar dan gratis,” ujar Fahrizal yang tiba di Madinah pada 5 Juni 2022.

Sebelum pulang ke tanah air, ia melakukan ibadah arbain, salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi.

Fahrizal dan rombongan lantas dibawa ke Makkah dan tiba di kota kelahiran Nabi itu pada 14 Juni 2022 pagi.

“Saya bisa umrah sunnah. Alhamdulillah, puas sekali ibadah haji tahun ini,” ujar Fahrizal.

Selama berada di Madinah dan Makkah, dia mengaku mendapatkan pelayanan yang baik.

Makan tiga kali sehari, kata dia, tidak pernah terlambat datang. Makanan yang dihidangkan, kata dia, cocok dengan lidahnya. Ditambah dengan menu buah segar yang selalu memanjakannya.


Sumber : Kompas TV/Kemenag

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x