Kompas TV internasional kompas dunia

Menlu AS Kecam ASEAN yang Dianggap Kurang Berbuat untuk Menekan Junta Militer Myanmar

Minggu, 10 Juli 2022 | 18:44 WIB
menlu-as-kecam-asean-yang-dianggap-kurang-berbuat-untuk-menekan-junta-militer-myanmar
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengkritik negara-negara Asia Tenggara karena tidak berbuat cukup untuk menekan junta militer Myanmar mengembalikan negara itu ke jalur demokrasi. (Sumber: Stefani Reynolds/Pool Photo via AP)

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Hariyanto Kurniawan

BANGKOK, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengkritik negara-negara Asia Tenggara karena tidak berbuat cukup untuk menekan junta militer Myanmar mengembalikan negara itu ke jalur demokrasi setelah perebutan kekuasaan tahun lalu.

Tetapi ketika Blinken menyesali kurangnya kemajuan di Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, ia juga bergerak untuk memperkuat hubungan AS dengan sekutu regional utama Thailand, bagian dari upaya untuk melawan pengaruh China di seluruh Indo-Pasifik.

Berbicara pada konferensi pers di Bangkok, seperti dilansir Associated Press, Minggu (10/7/2022), Blinken mengatakan “sangat disayangkan” penindasan di Myanmar berlanjut hampir 18 bulan setelah pengambilalihan militer.

Blinken mengungkapkan kekecewaan karena tetangga Myanmar tidak memberikan tekanan kepada junta militer untuk mengakhirinya.

"Saya pikir sayangnya kita tidak melihat gerakan positif. Sebaliknya, kami terus melihat penindasan terhadap rakyat Burma yang terus mengalami kekerasan yang dilakukan oleh rezim."


Dia mengecam para pemimpin militer Myanmar karena memenjarakan atau memaksa hampir seluruh oposisi untuk melarikan diri, dan karena memperburuk situasi kemanusiaan dengan tidak memberikan jenis bantuan dan pasokan yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi.

Blinken kemudian membidik tetangga Myanmar di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang berusaha meyakinkan militer agar menerapkan rencana lima poin untuk mengembalikan negara itu ke jalur demokrasi. 

“Semua negara harus terus berbicara dengan jelas tentang apa yang dilakukan rezim dalam penindasan dan kebrutalan yang sedang berlangsung,” katanya.

Baca Juga: Kepemimpinan Indonesia di G20 Dipuji Menlu AS Antony Blinken, Disebut Berusaha Pastikan Hasil Nyata

Pemimpin junta militer Myanmar hari Jumat (22/4/2022) menyerukan pembicaraan damai tatap muka dengan kelompok-kelompok pemberontak etnis yang mapan di negara itu, mengatakan bermaksud bertemu langsung dengan para pemimpin pemberontak. (Sumber: Straits Times)

“Kita punya kewajiban kepada rakyat Burma untuk meminta pertanggungjawaban rezim. Dukungan regional untuk kepatuhan rezim terhadap rencana lima poin yang dikembangkan oleh ASEAN juga penting. Itu belum terjadi,” tandas Blinken.

Dia menambahkan, semua anggota ASEAN perlu meminta pertanggungjawaban rezim untuk hal tersebut, terus menuntut penghentian segera kekerasan, pembebasan tahanan politik dan pemulihan jalur demokrasi Burma.


Sumber : Associated Press

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x