Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Prancis Bocorkan Pembicaraan antara Macron dan Putin, Rusia Siap Klarifikasi

Rabu, 6 Juli 2022 | 19:12 WIB
prancis-bocorkan-pembicaraan-antara-macron-dan-putin-rusia-siap-klarifikasi
Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat menghadiri konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov di Baku, Jumat (24/6/2022). Pada Rabu (6/7/2022), Lavrov menegaskan pihaknya siap memberi penjelasan mengenai sikap diplomatik Rusia seiring bocornya rekaman pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Sumber: Biro Pers Kementerian Luar Negeri Rusia via AP)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

HANOI, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa pihaknya siap menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai sikap diplomatik negara itu sehingga “tidak malu di kemudian hari”.

Hal tersebut disampaikan Lavrov menanggapi bocornya pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pembicaraan rahasia negara itu diyakini dibocorkan Paris dan dimuat dalam sebuah film dokumenter.

Film dokumenter berjudul “Presiden, Eropa, dan Perang” itu membahas langkah-langkah Macron menyelesaikan perang di Ukraina. Film ini memuat rekaman percakapan antara Macron dan Putin jelang dimulainya invasi pada akhir Februari silam.

“Pada dasarnya, kami selalu menggelar pembicaraan dengan cara seperti demikian, jadi kami tidak akan malu di kemudian hari. Kami selalu mengatakan apa yang kami pikirkan dan siap bertanggung jawab atas kata-kata kami serta mengklarifikasi posisi kami,” kata Lavrov dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Vietnam Bui Thanh Son di Hanoi, Rabu (6/7/2022).

“Saya pikir, dalam etika diplomatik, tentu saja tidak memberi tempat bagi pembocoran rekaman secara sepihak seperti itu,” lanjutnya dikutip TASS.

Baca Juga: Takhayul dan Astrologi Politik Makin Marak di Rusia dan Ukraina di tengah Perang Kedua Negara

Di lain pihak, Lavrov mengakui bahwa Rusia pernah membocorkan rekaman pembicaraan dengan negara lain. Moskow merilis pembicaraan dengan Jerman dan Prancis ketika membahas aneksasi Semenanjung Ukraina pada 2014.

Akan tetapi, menurut Lavrov, terdapat “sedikit perbedaan” dengan kasus kali ini. Ia menyebut Kremlin saat itu melayangkan peringatan terlebih dulu sebelum membocorkan pembicaraan rahasia negara.

“Sebelum kami memublikasikan konten pembicaraan saya dengan kolega Jerman dan Prancis kami, kami memperingatkan mereka tiga kali bahwa jika kami tidak mendapat penjelasan mengenai mengapa mereka menolak dokumen yang dibuat dengan partisipasi langsung mereka, kami akan memperlihatkannya ke publik,” kata Lavrov.

“Dan tiga kali mereka merespons dengan tetap bungkam. Jadi ada sedikit perbedaan di sini,” pungkasnya.

Baca Juga: Diplomat Rusia Tuduh Prancis Bocorkan Rahasia Pembicaraan Macron-Putin


 


Sumber : TASS

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x