Kompas TV regional peristiwa

418 Warga Mengungsi dan 4 Jembatan Rusak akibat Banjir dan Longsor di Maluku Barat Daya

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:19 WIB
418-warga-mengungsi-dan-4-jembatan-rusak-akibat-banjir-dan-longsor-di-maluku-barat-daya
Sebanyak 418 warga mengungsi akibat banjir dan longsor yang menerjang Maluku Barat Daya. Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat hingga 13 Juli 2022. (Sumber: BNPB)

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sebanyak 418 warga mengungsi akibat banjir dan longsor yang menerjang Maluku Barat Daya, Maluku. Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat hingga 13 Juli 2022.

Penjelasan itu disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Minggu (3/7/2022).

“Insiden bencana hidrometeorologi basah ini berlangsung pada Kamis malam (29/6), pukul 20.36 waktu setempat atau WIT,” kata Muhari melalui keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mencatat dua desa di dua kecamatan terdampak.

Kedua desa tersebut adalah Desa Jesuru di Kecamatan Pulau Romang dan Desa Wulur di Damer. 

“Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 88 KK atau 418 jiwa mengungsi.”

Baca Juga: Sempat Dilanda Banjir Setinggi 3 Meter, Warga Kota Bengkulu Mulai Bersihkan Rumah dari Lumpur!


“BPBD setempat tidak merinci warga mengungsi akibat banjir maupun longsor,” tambahnya.

Hingga kini, pihaknya masih memutakhirkan data populasi terdampak.

Selain berdampak pada puluhan keluarga, pemerintah daerah setempat juga mengidentifikasi kerusakan ringan pada rumah sebanyak 64 unit dan jembatan sebanyak empat unit.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x