Kompas TV nasional agama

Waktu Iduladha di Indonesia Beda dengan Arab Saudi, Begini Penjelasan Kemenag

Jumat, 1 Juli 2022 | 14:44 WIB
waktu-iduladha-di-indonesia-beda-dengan-arab-saudi-begini-penjelasan-kemenag
Ilustrasi Salat Iduladha. Kemenag menjelaskan tentang perbedaan penetapan waktu Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah di Indonesia dan Arab Saudi. (Sumber: Kompas.com)

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan tentang perbedaan penetapan waktu Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah di Indonesia dan Arab Saudi. 

Diketahui, sidang isbat yang digelar Kemenag menetapkan awal Zulhijah 1443 H jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1443 H jatuh pada Minggu (10/7). 

Sementara Arab Saudi telah menetapkan 10 Zulhijah 1443 H atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Sabtu (9/7). Sehingga ada perbedaan satu hari dengan Indonesia.

Terkait perbedaan ini, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag Adib menjelaskan, perbedaan waktu itu disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia.

“Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, sehingga hilal justru mungkin terlihat di Arab Saudi,” kata Adib dalam keterangan resminya, Jumat.

Adib menjelaskan, bahwa semakin ke barat dan seiring bertambahnya waktu, posisi hilal atau fase bulan sabit setelah bulan baru, akan semakin tinggi serta semakin mudah dilihat.

Sementara, kata dia, letak geografis Arab Saudi berada di sebelah barat Indonesia, sehingga pada tanggal yang sama posisi hilal di sana lebih tinggi.


Baca Juga: Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Zulhijah 1443 Hijriah 1 Juli, Iduladha 10 Juli 2022

“Jadi kurang tepat jika memahami karena Indonesia lebih cepat 4 jam dari Arab Saudi, maka Indonesia mestinya melaksanakan Hari Raya Iduladha 1443 H juga lebih awal. Jelas pemahaman ini kurang tepat,” katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa menurut data hisab, pada akhir Zulkaidah 1443 Hijriah, Kamis (30/6), tinggi hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit dan 3 derajat 13 menit dengan elongasi 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

“Sementara pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia. Jadi kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar,” jelas mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini.

Pemerintah Indonesia menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah mengacu pada kriteria baru yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Adib menjelaskan bahwa menurut kriteria MABIMS, dalam menentukan awal bulan, parameter elongasi harus minimum 6,4 derajat dan fisis gangguan cahaya syafak (cahaya senja) yang dinyatakan dengan parameter ketinggian, minimum 3 derajat.

Sebagai informasi, berbeda dengan pemerintah, PP Muhammadiyah sendiri telah menetapkan Iduladha 1443 H jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli 2022, sama dengan Arab Saudi. 

"Perhitungan tersebut Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Zulhijah jatuh pada hari Kamis tanggal 30 Juni 2022, sedangkan hari Arafah jatuh pada hari Jumat tanggal 8 Juli 2022, dan Idul Adha pada 9 Juli 2022," jelas Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Rabu (29/6).

Baca Juga: Jadwal Lengkap Puasa Sunah Bulan Juli 2022: Puasa Zulhijah, Arafah, Tarwiyah dan Ayyamul Bidh


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x