Kompas TV internasional kompas dunia

China Terus Serang NATO, Menyebutnya Tantangan Sistematis bagi Perdamaian Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 14:36 WIB
china-terus-serang-nato-menyebutnya-tantangan-sistematis-bagi-perdamaian-dunia
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. Ia menegeaskan NATO merupakan tantangan sistematis untuk perdamaian dunia. (Sumber: AP Photo, File)

Penulis : Haryo Jati | Editor : Desy Afrianti

BEIJING, KOMPAS.TV - China terus menyerang keberadaan NATO dan menyebut aliansi itu sebagai tantangan sistematis bagi perdamaian dunia dan stabilitas.

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, Kamis (30/6/2022).

Zhao mengatakan hal tersebut dalam menanggapi konsep strategi baru dari NATO.

“NATO sendiri adalah tantangan sistematis bagi perdamaian dunia dan stabilitas,” ujar Zhao dilansir TASS.

Baca Juga: Waduh, Rezim Kim Jong-Un Sebut Benda Asing Dekat Korea Selatan Penyebab Wabah Covid-19 Korea Utara

Ia menambahkan NATO telah berusaha untuk maju ke area dan domain baru, sementara memposisikan diri sebagai blok pertahanan.

Zhao pun mengungkapkan darah dari populasi global berada di tangan NATO.

“Kami ingin menegaskan secara terbuka NATO membesar-besarkan dan menggelembungkan apa yang disebut ancaman China, dan ini adalah upaya yang sia-sia,” katanya.


 

Ia pun mendesak NATO untuk segera menghentikan kritik tak berdasar dan pernyataan provokatif terhadap China.

Selain itu juga agar blok militer Barat itu menahan diri dari ideologi Perang Dingin.

NATO sendiri pada Rabu (29/6/2022), untuk pertama kalinya menyebut China, menunjuk pada tantangan sistematik yang ditimbulkan negara tersebut.

Baca Juga: Bertemu Jokowi, Putin Berjanji Bantu Indonesia di Sektor Pertanian dan Pangan

China sendiri memang terlihat condong ke Rusia, yang saat ini dianggap sebagai lawan NATO, usai melakukan serangan ke Ukraina.

China telah menolak untuk mengutuk perbuatan Rusia tersebut, bahkan cederung membela Presiden Rusia, Vladimir Putin.

China juga semakin memantapkan hubungan perdangan dengan Rusia, setelah NATO dan Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi kepada Moskow.


Sumber : TASS

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x