Kompas TV nasional agama

Waktu Puasa Arafah di Indonesia Beda dengan Arab Saudi, Begini Penjelasan MUI

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:47 WIB
waktu-puasa-arafah-di-indonesia-beda-dengan-arab-saudi-begini-penjelasan-mui
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi menyatakan bahwa Idul Adha di Indonesia ditetapkan pada Minggu (10/7/2022). (Sumber: Kompas TV)

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdullah Jaidi, menjelaskan soal perbedaan waktu puasa Arafah di Indonesia dengan Arab Saudi.

Hal ini karena pemerintah berdasarkan sidang Isbat sudah menetapkan awal Zulhijah 1443 Hijriah jatuh pada 1 Juli 2022, dan Iduladha 10 Juli 2022.

Arafah sendiri adalah waktu tanggal 9 Zulhijah dan umat Islam dianjurkn sunah puasa Arafah.

Di Arab Saudi hari Arafah terjadi pada tanggal 8 Juli 2022 dan Iduladha ditetapkan pada tanggal 9 Zulhijah. 

MUI lantas menjelaskan, umat Islam di Indonesia seyogyanya sudah dianjurkan untuk berpuasa dari tanggal 1 sampai 9 Zulhijah atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha.

Hal itu, kata Jaidi, bisa jadi patokan umat Islam di Indonesia terkait waktu puasa zulhijah 1-7 Hari, dan puasa Tarwiyah 8 Zulhijah dan puasa Arafah 9 Zulhijah.


"Kita ini kalau mau Puasa Arafah tanggal berapa? Karena Arafah itu adanya di sana (Arafah di Arab Saudi-red). Kenapa kita bingung? Kita ini dianjurkan puasa dari 1 Zulhijah sampai 9 Zulhijah," kata Jaidi saat konferensi pers usai sidang Isbat di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu malam  (29/6/2022).

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Iduladha 9 Juli, Hari Arafah 8 Juli

Ia mengatakan umat Islam masih bisa berpuasa hingga Sabtu 9 Juli mendatang bila mengikuti keputusan pemerintah yang menetapkan Iduladha jatuh pada 10 Juli.

"Berarti kita kalau mau puasa pada hari Jumat atau puasa hari Sabtunya masih dibolehkan karena belum ditetapkan sebagai Hari Raya Iduladha," kata dia.

Jaidi menjelaskan bila ada perbedaan terkait ahli hisab, maka semestinya keputusan pemerintah menjadi solusi untuk ditaati terlebih dulu.

Hal demikian sudah diputuskan oleh fatwa para ulama.

"Maka putusan hakim dalam hal ini Menag yang harus ditaati," kata dia.

Baca Juga: Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Zulhijah 1443 Hijriah 1 Juli, Iduladha 10 Juli 2022

Baca Juga: Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah Lengkap Arab-Latin

Di sisi lain, Jaidi mengimbau umat Islam Indonesia untuk saling menghormati satu sama lain soal perbedaan jatuhnya Hari Raya Iduladha yang jatuh pada tahun ini.

Hal ini lantaran, pada tahun ini, terjadi perbedaan antara pemerintah dengan PP Muhammadiyah.

Sebagai informasi, PP Muhammadiyah sendiri menetapkan Iduladha 1443 H jatuh pada hari Sabtu 9 Juli 2022.

"Tapi jangan perbedaan itu sampai kita saling perpecahan dan tak saling hormati. Hendaknya saling hormati," kata Jaidi.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x