Kompas TV nasional rumah pemilu

Kemendagri Prediksi Jumlah Pemilih Pileg dan Pilpres 2024 Capai 206 Juta, di Pilkada Naik 4 Juta

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:32 WIB
kemendagri-prediksi-jumlah-pemilih-pileg-dan-pilpres-2024-capai-206-juta-di-pilkada-naik-4-juta
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Zudan Arif Fakhrulloh. (Sumber: Tangkapan layar YouTube Ditjen Dukcapil)

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Deni Muliya

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memprediksi Pemilu 2024 akan diikuti 206 juta penduduk sebagai daftar pemilih.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, data tersebut mengacu pada data catatan sipil, penduduk yang memiliki hak pilih sebelumnya dan yang akan berusia di atas 17 tahun saat pemilu berlangsung pada 14 Februari 2024.

Masih dari data yang sama jumlah pemilih di bawah 45 tahun akan mengambil porsi paling banyak dari jumlah pemilih pada Pemilu 2024.

Meski demikian, angka pemilih tersebut masih bersifat sementara.

Baca Juga: Komisioner Bawaslu Minta Jajarannya Tak Takut Tegur TNI-Polri Bila Tidak Netral di Pemilu 2024

Menurut Zudan, data masih akan berubah-ubah karena perpindahan penduduk secara lokal maupun internasional.

Kemudian penduduk yang masuk TNI maupun Polri dan yang pensiun dari TNI/Polri, serta jumlah kematian.

"Tapi ini prediktabilitasnya bisa kita lihat, karena pergerakan setiap hari dalam database kependudukan Depdagri itu termonitor terus-menerus," ujar Zudan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Rabu (29/6/2022).

"Jadi dinamika tinggi karena masih ada waktu sekitar 2 tahun lebih dari sekarang bulan Juni akhir, sampai di Februari dan di November. Jadi nanti masih panjang sehingga pergerakannya cukup besar," imbuhnya. 

Baca Juga: KPU: 26 Parpol Sudah Miliki Akun Sipol, Siap Maju Pemilu

Zudan menambahkan, untuk Pilkada yang di gelar November 2024 diprediksi akan ada kenaikan jumlah pemilih.

Pihaknya memprediksi angka kenaikan bisa mencapai 4 juta dari data pemilih Pileg dan Pilpres pada 14 Februari 2024.

"Di Pilkada November kurang lebih 210 juta (pemilih)," ujar Zudan.

Baca Juga: Tiba di Kyiv, Presiden Jokowi Dijadwalkan Bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Malam Ini

Adapun nantinya Kemendagri akan terus berbagi data terbaru terkait agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) untuk dimanfaatkan KPU menyusun data pemilih sementara hingga daftar pemilih tetap.

Data DAK2 dan DP4 diberikan Kemendagri selama dua kali dalam setahun.

Pada semester pertama diberikan setiap 30 Juni, dan semester kedua tiap 30 Desember.


 


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x