Kompas TV regional sosial

Ganjar Usulkan Penanganan Wabah PMK Berbasis Zona, Bukan Wilayah Pemerintahan

Senin, 27 Juni 2022 | 21:53 WIB
ganjar-usulkan-penanganan-wabah-pmk-berbasis-zona-bukan-wilayah-pemerintahan
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Edy A. Putra

SEMARANG, KOMPAS.TV - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan agar penanganan atau karantina penyakit mulut dan kuku (PMK) berbasis zona, bukan wilayah pemerintahan.

Usulan tersebut disampaikan Ganjar seusai mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan terkait penanganan wabah PMK, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Semarang, Senin (27/6/2022).

Usul penanganan berbasis zona tersebut untuk mengantisipasi pergerakan hewan ternak dan elemen lain pembawa virus di sekitar wilayah terdekat.

“Tadi ada yang usul basis desa atau kecamatan. Kalau menurut saya zona, apakah desa dan beberapa desa, atau kecamatan dan beberapa kecamatan, sehingga tidak restriktif atau terbatas hanya di wilayah satu pemerintahan,” jelas Ganjar, dikutip dari keterangan tertulis Pemprov Jateng.

“Kadang-kadang kan sapinya juga piknik-piknik, kambingnya piknik-piknik, dan ini tidak hanya sapi saja, ada kerbau, ada babi, ada kambing ya, jadi hewan yang kuku belah,” katanya.

Dari beberapa kasus hasil pelacakan (tracing), kata Ganjar, ada indikasi hewan ternak yang tidak pernah keluar kandang, tetapi tetap terinfeksi PMK.

Penularan kepada hewan tersebut diduga kuat terjadi karena ada hewan ternak lain seperti kambing yang berkeliaran di sekitar kandang.


Baca Juga: 900 Ekor Sapi di Blitar Akan Disuntik Vaksin PMK

Oleh sebab itu, lanjut dia, diperlukan karantina untuk hewan ternak kuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi.

“Ini yang penting untuk dilakukan, dan SOP-nya kita siapkan karena penularan virusnya itu airborne, jadi dibawa udara dan jauh lebih berbahaya.”

“Sejauh ini belum ada masker untuk sapi, jadi agak riskan memang penularannya,” kata dia.

Ganjar juga menyebut bahwa PMK merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama karena penyebaran atau penularan kasusnya eksponensial.

Meski demikian, ia mengaku optimistis penyakit ini dapat dikendalikan karena masyarakat sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi pandemi Covid-19.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Advertorial

4 Manfaat Bermain Slime Bagi Anak-Anak

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:14 WIB
Close Ads x