Kompas TV video vod

Ditanyai Soal Rencana Koalisi dengan Nasdem, Begini Tanggapan Politisi PDI-P Aria Bima!

Jumat, 24 Juni 2022 | 23:05 WIB

Penulis : Aisha Amalia Putri

JAKARTA, KOMPAS.TV - Di saat sejumlah partai politik saling bertemu menjajaki kerja sama politik jelang pemilu dan pilpres 2024, dua parpol pengusung Presiden Joko Widodo, PDI-Perjuangan dan Partai Nasdem, tengah saling sindir.

Saat menutup rakernas pada Jumat (17/06) lalu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut, adanya partai yang sombong dan merasa hebat sendiri.

Publik meyakini pernyataan ini ditujukan kepada PDI-Perjuangan.

Seolah menimpali pernyataan Surya Paloh, Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati menyatakan partainya tidak pernah merasa sombong, di arena Rakernas PDI-P.

Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto, merespons pertemuan partai Nasdem dengan PKS dengan ucapan selamat dan menyatakan partainya tidak akan berkoalisi dengan PKS.

Hasto juga menyatakan, PDI-P masih pikir-pikir untuk berkoalisi dengan Partai Nasdem, meski kedua partai saat ini menjadi bagian dari koalisi pemerintah.

Pernyataan berbeda justru dilontarkan Partai Nasdem.

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate menyebut, partainya merasa perlu menjajaki komunikasi politik dengan PDI-Perjuangan.

Berbicara kekuatan partai politik, berdasarkan survei elektabilitas yang dibuat Litbang Kompas pada Juni 2022, Partai Nasdem punya elektabiltas yang terpaut cukup jauh dengan PDI-Perjuangan.

Partai Nasdem mengantongi elektabilitas 4,1 persen.

Sedangkan PDI-Perjuangan punya elektabilitas 22,8 persen.

Akankah romantisme PDI-Perjuangan dan Partai Nasdem di pemilu 2014 dan 2019, berakhir di pemilu 2024 mendatang?

Yang jelas, situasi politik masih dinamis dan memungkinkan kerja sama kedua parpol berlanjut atau bisa berada di perahu berbeda di pemilu 2024.
 


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x