Kompas TV regional kesehatan

Kabar Baik, Lebih dari Seribu Hewan Ternak di Nganjuk Sembuh dari Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Rabu, 22 Juni 2022 | 01:05 WIB
kabar-baik-lebih-dari-seribu-hewan-ternak-di-nganjuk-sembuh-dari-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku
Foto ilustrasi - Pemberian Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

Penulis : Nadia Intan Fajarlie | Editor : Gading Persada

NGANJUK, KOMPAS.TV - Pelaksana Tugas Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengungkapkan, lebih dari seribu ekor ternak sapi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sembuh dari serangan penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Ternak yang terserang penyakit mulut dan kuku mencapai lebih dari 2.900 ekor. Yang sembuh lebih dari 1.000 ekor ternak, yang mati ada delapan ekor. Semoga yang lain segera sembuh," katanya di Nganjuk, Selasa (21/6/2022) dilansir dari Antara.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk langsung bertindak cepat ketika ada temuan ternak yang terjangkit PMK. 

Pemkab Nganjuk melakukan karantina wilayah di sekitar ternak terjangkit PMK sekaligus melakukan penyemprotan massal.

"Kami langsung door to door (jemput bola), menginstruksikan petugas dari dinas pertanian untuk turun langsung, jadi tidak usah sosialisasi. Langsung yang terkena PMK diberi vitamin sambil menunggu vaksin dari pusat," kata dia.

Baca Juga: Peternak di Kota Malang Berharap Hewan Ternak Segera Divaksin PMK

Ia menambahkan, Pemkab Nganjuk memberikan anggaran khusus untuk keperluan penanganan PMK yang kini mewabah di sejumlah daerah di Indonesia.

Pihaknya juga telah mengajukan sebanyak 5.000 dosis vaksin untuk ternak di Kabupaten Nganjuk. 

Ia berharap, vaksin bisa segera turun, sehingga ternak warga bisa kembali sehat.


Selain itu, Marhaen juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama kepada takmir masjid, agar melakukan konsultasi kepada dinas sebelum membeli hewan, sehingga bisa mengetahui kesehatan hewan ternak tersebut. 

"Nanti dinas juga mengeluarkan surat keterangan sehat, agar betul-betul hewan yang sehat saja yang dikurbankan saat Idul Adha," kata Marhaen.

Baca Juga: Kabar Baik, Ratusan Sapi yang Positif PMK di Kabupaten Sumenep & Sejumlah Daerah Lainnya Sembuh!

Terpisah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga telah menjelaskan terkait dengan vaksin ternak untuk mengantisipasi penyebaran wabah PMK.

Khofifah menjelaskan, kebutuhan vaksin PMK adalah 10,5 juta, sedangkan yang mendapatkan kuota hanya 1,5 juta dosis saja untuk Jawa Timur. 

Kementerian Pertanian baru menurunkan seribu dosis vaksin ternak di Jawa Timur.

Ia berharap, ada tambahan vaksin PMK untuk didistribusikan ke peternak di wilayahnya. 

Pihaknya juga masih menunggu vaksin yang diproduksi oleh Pusat Veteriner Farma di Surabaya yang rencananya akan mulai digunakan pada akhir Juli atau awal Agustus 2022.


Sumber : Kompas TV/Antara

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x