Kompas TV bbc bbc indonesia

Kisah Para Pengasuh Anak dari Jawa dan India yang Terlupakan di London

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:33 WIB
kisah-para-pengasuh-anak-dari-jawa-dan-india-yang-terlupakan-di-london
Selama masa kejayaan Kerajaan Inggris, ribuan perempuan dari negara-negara Asia, termasuk India dan Hindia Belanda (kini Indonesia), dibawa ke London untuk menjadi pelayan dan pengasuh anak. (Sumber: Getty Images via BBC Indonesia)

Penulis : Redaksi Kompas TV

Selama masa kejayaan Kerajaan Inggris, ribuan perempuan dari negara-negara Asia, termasuk India dan Hindia Belanda (kini Indonesia), dibawa ke London untuk menjadi pelayan dan pengasuh anak. Banyak yang kemudian ditelantarkan begitu saja. Kini, rumah yang menampung mereka diberikan plakat biru sebagai tanda bahwa lokasi tersebut bersejarah.

Perempuan-perempuan dari Asia itu dipanggil dengan sebutan 'ayah' dan 'amah'. Ayah, adalah panggilan untuk para pengasuh dari India, sedangkan amah untuk yang berasal dari Indo-China.

Baca juga:

Rumah yang menampung mereka akan diberikan plakat biru. Ini adalah sebuah pengakuan terhadap tempat yang dinilai memiliki sejarah penting. Plakat tersebut diberikan oleh badan amal Inggris, English Heritage.

Plakat biru untuk Rumah Ayah, yang beralamat di Jalan King Edward 26, Hackney, London Timur, adalah hasil kampanye yang dimulai oleh Farhanah Mamoojee.

Mamoojee, 31 tahun, adalah perempuan keturunan India dan mengaku pertama kali mendengar tentang Rumah Ayah dari film dokumenter BBC.

Bersama para sejarawan yang telah melakukan riset panjang soal peranan dan kontribusi para pelayan dari Asia tersebut, Mamoojee berharap pemberian plakat dapat sedikit memberi pengakuan dan sorotan untuk para perempuan yang terlupakan ini.

Siapa ayah dan amah?

Kebanyakan perempuan ini berasal dari negara-negara seperti India, China, Hong Kong, Ceylon Inggris (kini Sri Lanka), Burma (kini Myanmar), Malaysia, dan Jawa.

"Ayah dan amah pada dasarnya adalah pekerja rumah tangga dan tulang punggung bagi keluarga-keluarga Inggris di negara koloninya, India.

"Mereka mengasuh anak-anak, menghibur mereka, menceritakan dongeng untuk mereka, dan meninabobokan mereka," kata Rozina Visram, sejarawan dan penulis buku Asians in Britain: 400 Years of History.




Sumber : BBC

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x