Kompas TV nasional sosial

Membedah Cara Kerja Joki Skripsi (III)

Minggu, 19 Juni 2022 | 11:04 WIB
membedah-cara-kerja-joki-skripsi-iii
Ilustrasi joki skripsi. (Sumber: Pexels/Ron Lach)

Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Jagat pendidikan Indonesia tengah dihebohkan dengan adanya dugaan kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Seperti diketahui, UTBK adalah ujian tes yang menjadi salah satu syarat masuk perguruan tinggi.

Ketika ribuan peserta UTBK tengah bersiap menghadapi pengumuman hasil ujian pada Kamis (23/6/2022) mendatang, kabar dugaan kecurangan UTBK ini menyeruak di platform Twitter.

Hal ini bermula dari adanya link Google Drive yang mengarah pada file berisi foto soal-soal UTBK. Di dalam Google Drive tersebut juga tertera dengan jelas nama-nama peserta UTBK yang diduga mengambil foto soal dari sana.

Baca Juga: Joki Skripsi, Profesi 'Lebih Senior' dari Joki UTBK (I)

Imbas hebohnya dugaan kecurigaan UTBK ini pun, istilah joki UTBK mulai merebak, mengingatkan publik dengan istilah yang tak asing lagi: joki skripsi.

KOMPAS.TV pun melakukan wawancara dengan dua orang joki skripsi yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia tersebut.

Mereka adalah Bungjah dan Kuro, tentu bukan nama sebenarnya. Sebagian besar klien Bungjah dan Kuro adalah mahasiswa tingkat akhir yang terancam drop out (DO).

Dimulai dari Bungjah, ia mengaku menerima pengerjaan skripsi pertama kali untuk jurusan Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sebuah universitas.

Sejak itu, dia bisa mengerjakan hampir semua bidang, termasuk ilmu hukum, komunikasi, hingga manajemen. Bungjah juga mengaku pernah mendapat pesanan tugas dari pejabat dan seorang polisi.

Sementara itu, Kuro melayani pengerjaan skripsi di bidang sosial, politik, psikologi, administrasi, hingga perhotelan.

Keduanya sama-sama mengaku, tak sedikit klien yang mereka dapatkan berasal dari perguruan tinggi ternama.

Bungjah bahkan pernah mendapat lima orang klien yang berasal dari jurusan dan kampus yang sama.

“Dan itu pas jurusan hukum dan salah satu universitas ternama, lah, di Jakarta, jadi kliennya itu lima orang satu kampus, satu jurusan, terus dari kampus yang sama tu kampus ternama di Jakarta. Kalau orang-orang sebut tu kampus revolusi,” ujar Bungjah.


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x