Kompas TV regional peristiwa

Bentrok Massa usai Syawalan PPP di Yogyakarta, Begini Penjelasan Polisi

Senin, 30 Mei 2022 | 12:14 WIB
bentrok-massa-usai-syawalan-ppp-di-yogyakarta-begini-penjelasan-polisi
Ilustrasi bentrokan atau perkelahian (Sumber: Tribunnews)

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Desy Afrianti

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV – Video bentrokan antara massa berseragam Partai Persatuan pembangunan (PPP) dengan kelompok lain beredar di grup WhatsApp.

Dalam video tersebut tampak sejumlah orang berpakaian hijau loreng berkerumun di tengah jalan, di sebelah barat bekas Bioskop Permata, Jl Sultan Agung, Yogyakarta.

Dalam video lain, sejumlah polisi lengkap dengan kendaraan taktis terlihat sedang berusaha mengamankan situasi.

Baca Juga: Usai Halal Bihalal 2 Kelompok Silat di Madiun Terlibat Bentrok, Saling Umpat dan Lempar Batu!

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/5/2022) seusai kegiatan syawalan Keluarga Besar PPP yang digelar oleh DPC PPP Kota Yogyakarta di Gedung Among Rogo.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharja, yang dihubungi melalui telepon seluler, membenarkan adanya bentrokan tersebut.

Menurutnya, peristiwa itu dipicu adanya gangguan atau gesekan dengan kelompok lain.

“Jadi itu PPP sudah selesai melaksanakan giat syawalan, jadi mungkin di tengah jalan ada gangguan atau gesekan dari kelompok lain,” ujarnya pada Kompas TV, Senin (30/5/2022).

Meski sempat terjadi gesekan antara massa berseragam PPP, Timbul menyebut tidak ada korban akibat peristiwa itu.

“Tapi oleh pihak Polresta segera diantisipasi.”

“Jadi tidak ada korban dari kedua pihak. Tidak ada yang diamankan,” ujarnya.

Timbul juga menjelaskan, untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak berulang di kemudian hari, pihaknya selalu meningkatkan pengamanan pada kegiatan yang melibatkan banyak massa.

Baca Juga: Bentrok Antara Polisi dan Massa di Kawasan Patung Kuda, Kemungkinan Ada Penyusup Saat Demo!

Upaya antisipasi lain selain meningkatkan pengamanan di titik rawan, adalah dengan melakukan pengawalan saat berangkat dan pulang dari kegiatan kelompok massa.

“Kita selalu meningkatkan pengamanan. Bentuknya pengamanan di titik rawan, bisa juga pengawalan saat berangkat dan pada saat selesai,” tuturnya.



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x