Kompas TV nasional peristiwa

Fenomena Perigee Disebut Jadi Penyebab Banjir Rob di Pesisir Utara Jateng, Apa Artinya?

Selasa, 24 Mei 2022 | 13:30 WIB
fenomena-perigee-disebut-jadi-penyebab-banjir-rob-di-pesisir-utara-jateng-apa-artinya
Banjir rob di Tanjung Emas Semarang yang disebut terjadi salah satunya karena fenomena perigee (Sumber: Kompastv/Ant)

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV — Fenomena Perigee disebut menjadi penyebab banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah (Jateng) pada Senin (23/5/2022) siang.

Pernyataan itu sebagaimana disampaikan Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang Ganis Erutjahjo.

Fenomena Perigee membuat gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah mencapai 2,5 meter dan menyebabkan banjir di sejumlah kawasan pesisir.

"Tinggi gelombang di perairan utara Jawa Tengah mencapai 1,25-2,5 meter. Kondisi di akhir bulan Syawal, di mana masa itu adalah mendekati fase puncak pasang. Pada 23 Mei 2022, pukul 16.00 WIB tercatat tinggi pasang 210 cm," kata Ganis seperti diwartakan Kompas.com, Senin (23/5/2022).

Lantas, apa itu Fenomena Perigee yang disebut menjadi penyebab banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah?

Melansir laman BMKG, Fenomena Perigee merupakan fenomena astronomi di mana bulan sedang berada di perigee atau titik terdekat bulan terhadap bumi.

Saat Fenomena Perigee terjadi, bulan akan tampak lebih besar 14% dan lebih terang sekitar 30% dari ukuran saat purnama biasa atau saat berada di apogee, yakni titik terjauh bulan terhadap Bumi.

Baca Juga: BMKG Ungkap Penyebab Banjir Rob di Pesisir Utara Jateng, Warga Diminta Waspada hingga 25 Mei 2022

Meskipun Bulan akan tampak lebih besar daripada biasanya ketika perigee ini terjadi, tetapi peristiwa ini berbeda dengan bulan purnama ataupun supermoon.

Dampak paling utama dari fenomena perigee adalah peningkatan air pasang karena adanya gravitasi Bumi. Akan tetapi, perigee bukanlah satu-satunya faktor penentu peningkatan air pasang. Banyak kondisi atau faktor lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya pasang air laut.

Kendati demikian, pada fenomena perigee di bulan Mei ini, BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak air pasang hingga Rabu, 25 Mei 2022.

Sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa Tengah yang perlu waspada terhadap banjir rob, meliputi Tegal, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kota Semarang, Demak, Pati, dan Rembang.

"Kepada masyarakat dan instansi yang terkait agar tetap waspada terhadap terjadinya kejadian banjir rob ekstrem yang diprakirakan akan terjadi sampai dengan tanggal 25 Mei 2022," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa banjir rob atau air pasang yang melimpas ke daratan paling parah terjadi di kawasan pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, khususnya daerah di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas.

Ketinggian air di Tanjung Emas Semarang, pada Senin (23/5/2022) diketahui mencapai 2 meter, tepatnya 210 cm. Hal itu disebut terjadi lantaran fenomena perigee serta jebolnya tanggul pembatas antara laut dan daratan sebagai pencegah banjir rob.

Baca Juga: Banjir Rob Semarang: Ganjar Siapkan Penanganan Jangka Pendek, Wali Kota Dirikan Dapur Umum


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x