Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Setelah McDonald s, Giliran Starbucks yang Hengkang dari Pasar Rusia

Senin, 23 Mei 2022 | 22:06 WIB
setelah-mcdonald-s-giliran-starbucks-yang-hengkang-dari-pasar-rusia
Ilustrasi papan penanda kedai Starbucks. Starbucks dilaporkan telah memutuskan untuk hengkang dari pasar Rusia pada Senin (23/5/2022). (Sumber: Matt Rourke/Associated Press)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Edy A. Putra

MOSKOW, KOMPAS.TV - Perusahaan kopi Starbucks dilaporkan telah memutuskan untuk hengkang dari pasar Rusia pada Senin (23/5/2022). Keputusan hengkangnya Starbucks ini diambil hanya beberapa hari setelah perusahaan makanan cepat saji McDonald’s hengkang dari Rusia.

Sebagaimana dilaporkan Associated Press, dalam memo kepada karyawan, Senin, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu mengumumkan akan menutup 130 kedai dan mencabut kehadiran merek itu dari pasar Rusia.

Lebih lanjut, Starbucks mengaku akan terus membayar hampir 2.000 karyawannya di Rusia selama enam bulan, juga membantu mereka dalam masa transisi untuk menemukan pekerjaan baru.

Baca Juga: McDonald’s Hengkang, Warga Rusia Berbondong-Bondong Antre untuk Terakhir Kalinya

Starbucks sendiri masuk ke pasar Rusia sejak 2007 lalu. Pada awal Maret 2022, setelah dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, Starbucks mengumumkan kebijakan baru menyusul tekanan untuk menghentikan operasi di Rusia.

Awalnya, Starbucks mengaku akan terus beroperasi di Rusia, tetapi semua keuntungan dari kedai-kedai di Rusia akan disalurkan untuk misi bantuan kemanusiaan di Ukraina.

Kemudian, usai perusahaan-perusahaan Barat seperti Coca-Cola, PepsiCo, McDonald’s menutup sementara tempat usaha mereka di Rusia, Starbucks turut menutup sementara kedai-kedainya.

Starbucks pun akhirnya memutuskan hengkang sepenuhnya dari pasar Rusia per hari ini.

“Selama situasi yang dinamis ini, kami akan terus membuat kebijakan yang selaras dengan misi dan nilai-nilai kami, serta berkomunikasi dengan transparan,” tulis CEO Starbucks Corp. Kevin Johnson dalam memo untuk karyawan.

Baca Juga: Oposisi Rusia Minta AS Beri Sanksi untuk Antek-antek Putin Level Selanjutnya

Halaman Selanjutnya


Sumber : Associated Press

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x