Kompas TV nasional politik

Cak Imin Ingin Jadi Capres dari Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar: Ngopi Dulu, Baru Bahas Figur

Senin, 23 Mei 2022 | 11:11 WIB
cak-imin-ingin-jadi-capres-dari-koalisi-indonesia-bersatu-golkar-ngopi-dulu-baru-bahas-figur
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ace Hasan Syadzily (Sumber: (KOMPAS.com/Haryantipuspasari) )

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS TV - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menanggapi pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang ingin menjadi capres dari Koalisi Indonesia Bersatu. 

Ia menyebut, pihaknya mengajak Cak Imin untuk duduk bareng dengan seluruh ketua umum yang ada di Koalisi Indonesia Bersatu bila memang ingin bergabung. 

"Soal figur ini akan kami bahas bersama dengan Ketua Umum partai koalisi. Kami akan membahasnya bersama-sama. Jadi kalau Cak Imin mau gabung sangat terbuka. Kita ngopi-ngopi dulu, baru bahas figur," kata Ace kepada Kompas TV, Senin (23/5/2022). 

Baca Juga: PPP ke Cak Imin: Silakan PKB Gabung ke Koalisi Indonesia Bersatu, tapi Tak Perlu Pakai Syarat

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI iitu menjelaskan, ide awal terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu ini terbuka dengan partai lain yang ingin bergabung dalam koalisi. Sebab, gabungan partai politik ini ingin menyatukan gagasan dan platform terlebih dahulu. 

"Kita ingin membangun kesepakatan tentang gagasan perjuangan untuk kemajuan bangsa. Kita juga ingin memastikan kesuksesan pemerintahan Jokowi hingga 2024 nanti," katanya. 

Meski begitu, pihaknya akan memperjuangkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menjadi capres dari Koalisi Indonesia Bersatu.

"Walaupun kami di partai Golkar menginginkan Pak Airlangga sebagai Capresnya," katanya. 

Sebelumnya, Cak Imin menuturkan partainya siap bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dideklarasikan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namun, Cak Imin memberikan satu syarat, yakni dirinya harus menjadi calon presiden (capres) dalam koalisi tersebut.

Halaman Selanjutnya


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x