Kompas TV internasional kompas dunia

Komandan Tertinggi AS Yakin Dunia Mulai Goyah, Sorot Risiko Konflik Besar Negara Adidaya

Minggu, 22 Mei 2022 | 13:33 WIB
komandan-tertinggi-as-yakin-dunia-mulai-goyah-sorot-risiko-konflik-besar-negara-adidaya
Ilustrasi. Seorang perempuan Ukraina berpartisipasi dalam atraksi di Lviv, menembaki foto Presiden Rusia Vladimir Putin dengan senapan Kalashnikov palsu. Foto diambil pada 14 Mei 2022. Pada Sabtu (21/5/2022), Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley mengeklaim bahwa risiko konflik besar antara kekuatan terbesar dunia meningkat. (Sumber: Emilio Morenatti/Associated Press)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Edy A. Putra

NEW YORK, KOMPAS.TV - Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley mengeklaim bahwa risiko konflik besar antara kekuatan terbesar dunia, meningkat. Komandan militer tertinggi AS itu merujuk situasi terkini seputar hubungan Washington dengan China dan Rusia.

Jenderal Milley menyebut AS saat ini tengah menghadapi Rusia dan China. Dua negara itu diklaimnya berupaya menantang kekuasaan global yang berdasarkan hukum internasional.

Baca Juga: Zelensky Janjikan Kemenangan Rusia di Ukraina Timur Hanya Sementara: Semuanya Bakal Kembali ke Kiev

Moskow sendiri belakangan ini bertindak nekat dengan menginvasi Ukraina. Sedangkan Beijing terus mengembangkan militer serta mengintimidasi Taiwan dan tak mau mengalah dalam sengketa Laut China Selatan.

“Kita sekarang menghadapi dua kekuatan dunia, Rusia dan China. Masing-masing mereka punya potensi militer signifikan dan berkehendak kuat mengubah tatanan berbasis hukum yang ada saat ini,” kata Milley dalam upacara wisuda Akademi Militer West Point AS sebagaimana dikutip TASS, Sabtu (21/5/2022).

“AS tengah memasuki dunia yang semakin tidak stabil. Dunia yang kalian masuki ini menghadapi risiko konflik internasional besar antara kekuatan-kekuatan terbesar dunia. Potensi itu semakin berkembang, bukan malah berkurang,” lanjutnya.

AS sendiri kerap berselisih dengan China ataupun Rusia dalam berbagai hal. Invasi ke Ukraina mulai Februari lalu mempertegang hubungan Washington-Moskow.

Sementara itu, di Indo-Pasifik, China menuduh AS ingin memperbesar pengaruh di kawasan tersebut melalui pembentukan aliansi AUKUS dan kerja sama dengan Korea Selatan serta Jepang.

Baca Juga: Intelijen AS Pesimistis Putin Bakal Hentikan Serangan ke Ukraina Atau Dilengserkan


 


Sumber : TASS

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x