Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Zelensky Keluhkan Perlakuan Kelas Dua usai Jerman Sebut Ukraina Tak Bisa Begitu Saja Masuk Uni Eropa

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:36 WIB
zelensky-keluhkan-perlakuan-kelas-dua-usai-jerman-sebut-ukraina-tak-bisa-begitu-saja-masuk-uni-eropa
Menlu Ukraina Dmytro Kuleba hari Kamis (19/5/2022) mengeluhkan perlakuan kelas dua terhadap Kiev, usai Jerman katakan tidak semudah itu Ukraina bisa gabung Uni Eropa. (Sumber: Straits Times)

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Vyara Lestari

KIEV, KOMPAS.TV - Menlu Ukraina mengeluhkan "perlakuan kelas dua" terhadap Kiev oleh beberapa negara Uni Eropa, setelah Jerman mengatakan upaya Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa tidak dapat dipercepat begitu saja, Kamis (19/5/2022).

"Ambiguitas strategis tentang perspektif Eropa Ukraina yang dipraktikkan oleh beberapa ibu kota Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir telah gagal dan harus diakhiri," kata Dmytro Kuleba di Twitter, seperti laporan Straits Times.

Ini akan bikin Presiden Rusia Vladimir Putin "makin berani", tambahnya. Kuleba mengecam "perlakuan kelas dua" terhadap Ukraina yang dia katakan "melukai perasaan orang Ukraina".

Upaya Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa tidak dapat dipercepat meskipun negara itu diinvasi oleh Rusia, tegas Kanselir Jerman Olaf Scholz, Kamis (19/5/2022).

"Tidak ada jalan pintas dalam perjalanan ke Uni Eropa," kata Scholz.

Scholz menambahkan, pengecualian untuk Ukraina tidak adil bagi negara-negara Balkan Barat yang juga mencari keanggotaan Uni Eropa. “Proses aksesi (keanggotaan) bukan hitungan bulan atau tahun,” katanya.

Baca Juga: Kanselir Jerman Olaf Scholz Tegaskan, Barat Tidak akan Mau Rusia Mendikte Perdamaian ke Ukraina

Kanselir Jerman Olaf Scholz. Upaya Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa tidak dapat dipercepat meskipun negara itu diinvasi oleh Rusia, tegas Kanselir Jerman Olaf Scholz, Kamis (19/5/2022). Pengecualian atau pengistimewaan untuk Ukraina tidak adil bagi negara-negara Balkan Barat yang juga mencari keanggotaan Uni Eropa. (Sumber: Der Spiegel)

Ukraina sebelumnya mendesak agar status kandidat anggota Uni Eropa dipercepat setelah invasi Rusia yang menghancurkan negara itu.

Emmanuel Macron dari Prancis juga mengatakan, Ukraina akan membutuhkan "dekade" agar bisa bergabung dengan Uni Eropa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluh dan menganggap itu "tidak adil". 

Halaman Selanjutnya


Sumber : Straits Times

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x