Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Rusia: Hampir 1.000 Pasukan Pertahanan Mariupol di Azovstal Telah Menyerah

Rabu, 18 Mei 2022 | 17:39 WIB
rusia-hampir-1-000-pasukan-pertahanan-mariupol-di-azovstal-telah-menyerah
Pasukan Rusia mengawal iring-iringan bus yang membawa pasukan Ukraina yang baru menyerah di kompleks pabrik baja Azovstal, Mariupol, Selasa (16/5/2022). Mereka dibawa ke penjara di Olyonivka, wilayah yang dikuasai separatis Donetsk. (Sumber: Alexei Alexandrov/Associated Press)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

MOSKOW, KOMPAS.TV - Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim bahwa jumlah pasukan Ukraina di Azovstal, Mariupol yang menyerah ke Rusia telah mencapai hampir 1.000 orang.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayjen Igor Konashenkov pada Rabu (18/5/2022).

Sejak Selasa (17/5) hingga hari ini, Mayjen Konashenkov menyebut ada 694 serdadu Ukraina di Azovstal yang memutuskan untuk menyerah kepada Rusia.

Sebelumnya, pada hari pertama evakuasi, Senin (16/5), Rusia disebut membawa 265 personel Ukraina. Setelah menyerah, mereka dibawa menggunakan bus ke wilayah separatis Republik Rakyat Donetsk (DPR).

Baca Juga: Pejuang Mariupol di Tangan Rusia, Ukraina Harapkan Pertukaran Tawanan

Sehingga, dengan tambahan 694 serdadu yang baru menyerah, jumlah pasukan pertahanan Mariupol yang ditahan Rusia kini berjumlah 959 orang.

“Di Mariupol, milis dari unit nasionalis (Resimen) Azov dan prajurit Ukraina yang bertahan di pabrik baja Azovstal terus menyerah. Sejak kemarin, 694 milisi menyerah, termasuk 29 orang yang terluka,” kata Mayjen Konashenkov dikutip TASS.

Para serdadu itu adalah elemen terakhir pasukan Ukraina di Mariupol yang terkepung di Azovstal selama berhari-hari. Sebelumnya, mereka enggan menyerah sehingga Rusia tak kunjung memiliki kontrol penuh atas Mariupol hingga Senin (16/5) lalu.

Salah satu elemen pasukan Ukraina yang bertahan di Azovstal adalah Resimen Azov, eks kelompok milisi neo-Nazi yang kini diprofesionalisasi ke dalam Garda Nasional Ukraina. Moskow kerap merujuk keberadaan Resimen Azov untuk menuduh bahwa rezim Kiev dikuasai neo-Nazi.

Klaim Rusia mengenai jumlah pasukan Ukraina yang menyerah di Azovstal tidak bisa diverifikasi secara independen. Di lain pihak, Ukraina pun selama ini enggan mengungkapkan jumlah pasukan yang berada di Azovstal.

Baca Juga: ‘Neraka Terburuk’ di Azovstal: Pasukan Pertahanan Ukraina Terpaksa Bertempur hingga Akhir Hayat

 


Sumber : TASS/AP

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x