Kompas TV bbc bbc indonesia

Tak Terduga, Bagaimana Tim Badminton India yang Tak Diunggulkan Bisa Jadi Juara Thomas Cup?

Selasa, 17 Mei 2022 | 22:24 WIB
tak-terduga-bagaimana-tim-badminton-india-yang-tak-diunggulkan-bisa-jadi-juara-thomas-cup
Tim badminton putra India berpose usai juara Piala Thomas 2022 di Bangkok, Thailand. (Sumber: Getty Images via BBC)

Penulis : Redaksi Kompas TV

Tim bulutangkis India mengukir sejarah menjadi juara Piala Thomas untuk kali pertama, pada Minggu (15/05), setelah secara mengejutkan menumbangkan tim Indonesia dengan skor telak 3-0 di partai final di Bangkok, Thailand.

Jurnalis olahraga, Susan Ninan, menulis tentang arti penting gelar bagi tim India, yang sebelumnya bahkan belum pernah mencapai final dalam 73 tahun sejarah turnamen tersebut.

Pada Minggu, tim badminton putra India pertama kalinya berlaga di final melawan Indonesia - negara paling sering menjuarai Piala Thomas - dengan berupaya menang walau kurang diunggulkan.

Tim putra India tak punya banyak tradisi mengesankan Piala Thomas, lambang supremasi kekuatan beregu putra.

Tetapi di Piala Thomas tahun ini mereka tampaknya memiliki elemen-elemen untuk menjadi juara - termasuk langka, tidak terduga, dan berdampak.

Baca juga:

Di partai tunggal pertama, Lakshya Sen bangkit dari ketertinggalan di set awal melawan peringkat lima dunia Anthony Sinisuka Ginting untuk membawa India memimpin 1-0.

Selanjutnya, duet Satwik Sairaj Rankireddy/Chirag Shetty bangkit dari ketinggalan empat match point di set kedua melawan juara dunia tiga kali Mohammad Ahsan, yang kali ini berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Kevin adalah pemain nomor satu dunia, namun pasangannya, Marcus Fernaldi Gideon harus absen untuk menjalani operasi beberapa pekan lalu.

Kemenangan Rankireddy/Shetty menambah keunggulan India atas Indonesia menjadi 2-0.

Partai penentuan diserahkan kepada tunggal kedua India yang juga mantan pemain nomor satu dunia, Kidambi Srikanth, dan dia tidak pernah kalah sepanjang minggu.

Srikanth mengerahkan kemampuan terbaiknay di final ini - dengan refleks pertahanannya yang luar biasa, lalu menyerang dengan smash-nya yang khas, termasuk smash silangnya yang mengundang decak kagum.

Jauh dari status unggulan

Piala Thomas dinamai dari George Alan Thomas, seorang pemain Inggris di era 1900-an. Dia lah yang mengusulkan ide turnamen kejuaraan bulu tangkis itu, mirip dengan Piala Dunia dalam sepak bola dan Piala Davis dalam tenis.

Sejak turnamen dimulai pada tahun 1948, India baru 13 kali lolos ke kejuaraan tersebut.

Selama ini, gelar juara Piala Thomas hanya berpindah tangan di antara lima negara ini: China, Malaysia, Indonesia, Jepang, dan Denmark.

Namun dengan kemenangannya itu, India menjadi negara keenam yang berhasil menembus ke jajaran elite kejuaraan tersebut.

India tampil turnamen yang diikuti 16 negara itu dengan para pebulu tangkis terbaiknya dan berani memberi judul di grup WhatsApp internal mereka: "We'll Bring It Home" (Kita Akan Membawanya Pulang).

Para pemain India mungkin satu-satunya tim yang muncul di turnamen itu dengan kaus polos Yonex, karena mereka tidak memiliki sponsor resmi. Mungkin kemenangan ini akan menginspirasi adanya perubahan dan memicu minat sponsor.

Tim ini tidak termasuk unggulan, seperti halnya Leicester City di Liga Utama sepakbola Inggris 2015. Tapi mereka juga bukan tim yang mudah dihadapi.

Situasi itulah yang membuat tim India menjadi tampil lepas tanpa beban.




Sumber : BBC

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x