Kompas TV nasional rumah pemilu

Partai Pelita Bikinan Din Syamsudin Dinilai Sulit Gaet Pemilih Muslim, Ini Alasannya

Selasa, 17 Mei 2022 | 09:40 WIB
partai-pelita-bikinan-din-syamsudin-dinilai-sulit-gaet-pemilih-muslim-ini-alasannya
Ketua Majelis Pemusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita Din Syamsuddin (kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media usai memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Pelita Tahun 2022 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Senin (16/5/2022). (Sumber: ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pengamat politik dari PARA Syndicate, Virdika Rizky Utama, menilai Partai Pelita yang didirikan Din Syamsudin akan sulit menggaet pemilih Muslim dalam gelaran Pilpres 2024.

Itupun, kata Virdika, jika partai yang pada Senin (16/5/2022) melakukan Rakernas di hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, tersebut mampu lolos verifikasi.

"Di Indonesia itu biasanya memiliki basisnya sendiri-sendiri. Baik berdasarkan ideologi kader—PDIP dan PKS— maupun organisasi kemasyarakatan—misal NU dan Muhammadiyah. Partai Pelita akan sulit bersaing," ujarnya sat dihubungi KOMPAS TV, Selasa (17/5/2022).

Khusus parpol berdasarkan Islam, kata dia, sulit memiliki peluang memenangkan pemilu. 

"Itu rasanya sulit. Sebab, kontestasinya dengan kelompok nasionalis atau sekuler yang kuantitasnya lebih banyak daripada kelompok agama," kata dia. 

Sementara, partai berbasis Islam yang besar itu, kata penulis buku Menjerat Gus Dur (2019) justru sudah punya basisnya.

PKB misalnya, basisnya sudah ada warga NU. Sedangkan PAN itu basisnya warga Muhammadiyah. Dengan sedemikian besar basis yang keduanya miliki saja, lanjut Virdika, masih belum bisa memenangkan pemilu.

Apalagi, kata dia, ditambah ada partai Pelita bikinin Din Syamsudin, serta adanya partai Ummat bikinan Amien Rais.  

“Jadi kedua partai tersebut tak akan memiliki suara yang besar nantinya atau minimal bisa lolos dalam parlemen threshold saja akan sulit,” ucapnya.

Meskipun begitu, Virdika mengakui, keduanya bisa jadi saingan Partai Amanat Nasional untuk menggaet pemilih Muslim, khususnya berbasis Muhammadiyah.

Halaman Selanjutnya


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x