Kompas TV video vod

Orang Tua, Jangan Panik! Ini Kata Kemenkes soal Gejala & Cara Menghindari Hepatitis Akut pada Anak!

Sabtu, 14 Mei 2022 | 15:54 WIB

Penulis : Edwin Zhan

JAKARTA, KOMPAS.TV - Meski penelitian soal kasus hepatitis akut masih dilakukan, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengimbau para orang tua agar tidak panik.

Yang utama adalah waspada terhadap gejala dan tetap terapkan kebiasaan sehat seperti yang sudah berlangsung selama pandemi Covid-19, yakni dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular langsung Kemenkes.

Sebagai subyek yang rawan oleh ancaman hepatitis biasa maupun hepatitis akut, anak perlu perlindungan ekstra.

Oleh karena itu, ketegasan dalam menerapkan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka penting dilakukan.

Kegiatan belajar-mengajar perlu diseimbangkan antara menjaga keselamatan dan memenuhi hak atas pendidikan.

Jumlah kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia lebih rinci terekam dari data Kemenkes.

Hingga Kamis (13/5), ditemukan 18 kasus dugaan hepatitis akut, dengan 7 di antaranya meninggal dunia.

Dari temuan 18 kasus, kasus yang dinyatakan berklasifikasi “pending” masing-masing terdapat satu kasus di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sedangkan satu kasus di Bangka Belitung dan satu kasus di Kalimantan Timur dinyatakan "discarded".

Untuk DKI Jakarta, dari 12 kasus dugaan hepatitis akut, 1 kasus dinyatakan "probable", 5 kasus berklasifikasi “pending”, 5 kasus "discarded", dan satu kasus lainnya menunggu hasil penelitian epidemiologis.

Di tengah kekhawatiran akan penyebaran hepatitis akut yang masih didalami penyebabnya, pembelajaran tatap muka kini telah dimulai kembali.

Satu hal yang menjadi sorotan adalah pembukaan kantin.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kebijakan pembukaan kantin dievaluasi.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:22
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19