Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Zelenskyy Minta Dunia Kecam Penyiksaan dan Penculikan yang Dilakukan Rusia

Senin, 18 April 2022 | 08:59 WIB
zelenskyy-minta-dunia-kecam-penyiksaan-dan-penculikan-yang-dilakukan-rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta dunia untuk mengecam penyiksaan yang dilakukan Rusia. (Sumber: Associated Press)

Penulis : Tussie Ayu | Editor : Desy Afrianti

LVIV, KOMPAS.TV — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan Rusia di Ukraina selatan telah melakukan penyiksaan dan penculikan. Pada Minggu (17/4/2022), dia meminta dunia untuk mengecam penyiksaan ini.

“Kamar-kamar penyiksaan dibangun di sana,” kata Zelenskyy dalam pidatonya. “Mereka menculik perwakilan pemerintah daerah dan siapa pun yang dianggap terlihat oleh masyarakat lokal,” katanya.

Zelenskyy mengatakan bantuan kemanusiaan telah dihalangi, sehingga kelaparan pun terjadi di sana. Di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia yang diduduki Rusia, mereka menciptakan pemberontak separatis dan menggunakan mata uang mereka, rubel.

Baca Juga: Pasukan Ukraina di Mariupol Tolak Perintah Rusia untuk Menyerah: Pertahanan Akan Terus Dilakukan

“Penembakan intensif Rusia terhadap kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, telah menewaskan 18 orang dan melukai 106 orang dalam empat hari terakhir saja,” kata Zelenskyy seperti dikutip dari The Associated Press.

“Ini tidak lain adalah teror yang disengaja. Mortir, artileri diluncurkan di lingkungan perumahan biasa, terhadap warga sipil biasa,” ujarnya.

Dia mengatakan serangan Rusia yang direncanakan di Ukraina timur akan dimulai dalam waktu dekat.
Zelensky kembali menyerukan peningkatan sanksi terhadap Rusia, termasuk seluruh sektor perbankan dan industri minyaknya. 

Baca Juga: Pabrik Baja Azovstal di Mariupol Disebut Benteng Pertahanan Terbaik untuk Pasukan Ukraina

“Semua orang di Eropa dan Amerika sudah melihat Rusia secara terbuka menggunakan energi untuk mengacaukan masyarakat Barat,” kata Zelenskyy. “Semua ini membutuhkan kecepatan yang lebih dari negara-negara Barat untuk mempersiapkan paket sanksi baru yang lebih kuat.”
 


Sumber : Associated Press

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x