Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Pejabat Rusia Usul Denazifikasi Lanjut ke Baltik, Polandia, Penasihat Zelensky Peringatkan Eropa

Minggu, 27 Maret 2022 | 16:20 WIB
pejabat-rusia-usul-denazifikasi-lanjut-ke-baltik-polandia-penasihat-zelensky-peringatkan-eropa
Ilustrasi. Asap mengepul dari target serangan udara Rusia di Lviv, barat Ukraina, Sabtu (26/3/2022). (Sumber: Nariman El-Mofty/Associated Press)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Edy A. Putra

MOSKOW, KOMPAS.TV - Seorang pejabat parlemen daerah Moskow, Sergey Savostyanov, mengirim usul kontroversial terkait invasi ke Ukraina belakangan ini. Pria yang menjabat sebagai wakil ketua parlemen Moskow itu usul Rusia memperluas invasi ke enam negara lain.

Sebagaimana diwartakan RND, Sabtu (26/3/2022), Savostyanov ingin Rusia melanjutkan upaya “denazifikasi dan demiliterisasi” ke Polandia, Moldova, Kazakhstan, serta negara-negara Baltik, yakni Latvia, Lithuania, Estonia.

“Denazifikasi dan demiliterisasi” sendiri adalah dalih Rusia ketika melancarkan invasi ke Ukraina yang mereka sebut “operasi militer khusus” pada 24 Februari lalu.

Baca Juga: Ukraina Klaim Komandan Perang Rusia Tewas Bunuh Diri, Karena Tank Cadangan Unitnya Tak Beroperasi

“Untuk proses yang lebih komprehensif demi memastikan keamanan Federasi Rusia, saya pikir masuk akal untuk memasukkan tak hanya Ukraina, tetapi juga negara-negara Baltik, Polandia, Moldova, dan Kazakhstan di zona denazifikasi dan demiliterisasi,” kata Savostyanov dikutip UNIAN via RND.

Usulan kontroversial politikus Partai Komunis Federasi Rusia itu pun ditanggapi oleh penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhaylo Podolyak.

Podolyak memperingatkan bahwa usulan pejabat Rusia itu dapat mengindikasikan Rusia akan menyerbu negara lain setelah Ukraina.

“Federasi Rusia terlihat ingin meluncurkan serangan berskala penuh ke Polandia, negara-negara Baltik, dan Kazakhstan sebagai bagian dari operasi militer khusus global untuk demiliterisasi dan denazifikasi,” cuit Podolyak.

“Ini (invasi ke Ukraina) hanyalah awal. Akan ada lebih banyak darah orang Eropa yang tumpah, orang-orang Rusia menjanjikan itu secara terbuka,” lanjutnya.

Invasi Rusia sendiri masih buntu setelah 31 hari menyerbu Ukraina. Serangan balik Ukraina di berbagai front dilaporkan menyulitkan reorganisasi Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin pun telah mengumumkan pihaknya akan memasuki “tahap kedua” invasi dengan memfokuskan “pembebasan” kawasan Donbass.

Baca Juga: Biden ke Putin: Demi Tuhan, Orang Ini Tidak Bisa Tetap Berkuasa


 


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x