Kompas TV video sinau

Kenapa Biji Jagung Bisa Meletup Jadi Popcorn? Ini Rahasianya

Jumat, 4 Maret 2022 | 08:00 WIB

Penulis : Sunbhio Pratama

KOMPAS.TV - Popcorn jadi salah satu camilan yang identik dinikmati saat menonton film di bioskop. Makanan ini digemari karena rasanya yang gurih atau manis dengan tekstur yang empuk. 

Jika diperhatikan, bahan utama popcorn terbuat dari biji jagung yang keras. Namun dalam proses pengolahannya, apa yang terjadi di balik meletupnya biji jagung menjadi popcorn?

Biji jagung memiliki kulit luar yang keras, namun di bagian dalamnya terdapat setetes air yang akan bereaksi dan menguap ketika terkena panas.

Saat biji jagung terkena panas dengan suhu mencapai 450 derajat Fahrenheit, terjadilah penguapan yang membuat kantung air tersebut terus membesar.

Lama kelamaan, kantung air akan meletup dan berbunyi ‘pop!’. Menurut Livescience, bunyi ini dihasilkan oleh uap air yang berhasil dilepaskan kantung air saat bereaksi dengan panas.

Dalam prosesnya, hanya perlu waktu beberapa menit untuk biji jagung berubah menjadi popcorn yang volumenya bisa 35 kali lebih besar.

Jenis jagung yang sering digunakan sebagai popcorn adalah Zea mays everta, karena memiliki kantung air yang dikelilingi oleh zat pati atau bagian berwarna putih pada popcorn

Menariknya, bagian dalam biji jagung yang empuk yang menembus kulit luar jagung bisa menyebabkan popcorn yang sedang meletup dapat terlempar hingga 1 sentimeter.

Namun, biji jagung juga bisa jadi tidak meletup saat dipanaskan. Hal ini dapat terjadi jika kulit biji jagung rusak atau memiliki kadar air yang rendah.

Selain itu, panas yang tidak tepat juga dapat menyebabkan biji jagung gagal meletup menjadi popcorn saat diolah.

(*)

Baca Juga: Boleh Dicoba, Ini Cara Buat Bioskop Sendiri di Rumah

Video Editor & Grafis: Joshua Victor


Sumber : diolah dari berbagai sumber


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:15
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19