Kompas TV regional berita daerah

Ada Dewi Jodoh di Klenteng See Hoo Kiong

Jumat, 28 Januari 2022 | 13:42 WIB

Penulis : KompasTV Jateng

SEMARANG, KOMPAS.TV - Kota Seribu Kelenteng adalah julukan untuk Kota Semarang. Jika anda berkunjung ke daerah Pecinan atau Kampung Cina, maka akan menemui beragam kelenteng yang berdiri di setiap pertigaan atau dekat aliran sungai.

Pemilihan posisi ini berdasarkan fengshui yang dipercaya oleh umat Konghucu. Kelenteng yang berdiri di pertigaan tusuk sate dipercaya menghalau sial, sedangkan kelenteng di dekat aliran sungai dipercaya mendatangkan banyak rejeki.

Diantara sekian banyak kelenteng yang berdiri ratusan tahun di Pecinan Semarang, terdapat satu kelenteng yang berusia paling bungsu, namun memiliki keunikan tersendiri. Adalah Kelenteng See Hoo Kiong yang berdiri sejak tahun 1881. Kleteng ini dibangun oleh keluarga Liem dengan tujuan untuk mengenang leluhur mereka.

Bangunan Kelenteng See Hoo Kiong memiliki tiga bagian. Bangunan pertama adalah ruang depan yang lengang, bangunan kedua altar tuan rumah thian siang seng bo, dan bangunan ketiga merupakan sin zhi atau rumah abu keluarga Liem.

Hal yang menarik dari kelenteng ini adalah terdapat altar pemujaan terhadap Dewi Jodoh atau Tjoe Sing Nio Nio. Banyak pasangan yang datang di klenteng ini untuk berdoa meminta jodoh dan keturunan. Altar pemujaan terhadap Dewi Jodoh hanya bisa didapatkan di kelenteng ini.

"Namanya Dewi Tjoe Sing Nio Nio, ini sangat istimewa sekali. Biasanya orang sembayang di sini karena setelah nikah beberapa tahun tidak mempunyai keturunan, dia datang ke sini minta bantuan kepada Tjoe Sing Nio Nio," ujar Liang Wha Hing, Pengurus Sembahyang Kelenteng See Hoo Kiong.

Meskipun tergolong kelenteng leluhur, Kelenteng See Hoo Kiong tak hanya diperuntukkan bagi keturunan keluarga Liem saja, namun juga dibuka untuk umum.

#kelentengseehookiong #imlek #semarang

 

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19