Kompas TV regional berita daerah

Vonis Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi Dinilai Rendah, Mahasiswa Unjuk Rasa ke Kejati Kalsel

Jumat, 28 Januari 2022 | 09:19 WIB

Penulis : KompasTV Banjarmasin

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Kejanggalan proses penegakkan hukum kasus kekerasan seksual terhadap mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin  oleh oknum anggota Polresta Banjarmasin diserukan ratusan mahasiswa di depan kantor Kejati Kalimantan Selatan.

Mereka mempertanyakan tuntutan jaksa yang tidak maksimal dan hanya 3 tahun enam bulan, padahal berdasar pasal yang didakwakan pelaku bisa dituntut maksimal 7 tahun penjara.

Baca Juga: Pendemo Bakar Foto Edy Mulyadi, Minta Datang Langsung ke Kalimantan dan Jalani Hukum Adat

Kekecewaan mahasiswa bertambah saat vonis dari hakim pengadilan negeri Banjarmasin lebih ringan dibanding kejaksaan tinggi  yang hanya dua tahun enam bulan.

“Kami menuntut tiga hal, semua tentang keterangan, yang pertama adalah keterangan mengapa dituntut hanya ringan, yang selanjutnya kami menanyakan kenapa JPU langsung melaminkan ketika putusan keluar, yang selanjutnya kami menanyakan kenapa JPU melakukan banding diluar masa tengah banding,” ucap Andika, koordinator aksi.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo menyatakan bahwa pelaku sudah dicopot dari jabatannya secara tidak hormat, lantaran dianggap menimbulkan citra buruk dan tidak menjaga rakyatnya.

“Diminta masyarakat jangan lagi berpolemik, kenapa tidak dihukum, peradilan kode etik dan dijelaskan sidang pertama tanggal 2 desember, hasil banding apa PTDH,” ucap Kapolresta Banjarmasin.

Baca Juga: Aliansi Dayak Minta Edy Mulyadi ke Kaltim untuk Berdamai

Kasus kekerasan seksual bermula saat mahasiswi dari fakultas hukum ulm Banjarmasin yang pernah magang di satnarkoba menjadi korban pemerkosaan oknum polisi.

Pelaku  memerkosa korban di sebuah hotel setelah dipaksa  meminum sesuatu hingga korban mengalami pusing dan tertidur.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:20
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19