Kompas TV video vod

Berawal dari Utang Rp80 Ribu di Tahun 1950, Warga Padang ini Gugat Pemerintah Bayar Utang Rp60 M!

Kamis, 27 Januari 2022 | 21:55 WIB

Penulis : Dea Davina

JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang warga Padang, Sumatera Barat, menggugat Presiden Joko Widodo, terkait utang pemerintah Indonesia, sejak tahun 1950.

Penggugat menuntut pemerintah membayar utang beserta bunganya, yang nilainya mencapai Rp60 miliar.

Hardjanto Tutik, warga Padang, Sumatera Barat, menggugat terkait utang pemerintah Indonesia.

Gugatan dilayangkan melalui Pengadilan Negeri Padang, dan berlanjut ke mediasi. Namun gagal mencapai kesepakatan.

Peminjaman berawal saat pemerintah mengeluarkan undang-undang darurat RI nomor 13 tahun 1950, tentang pinjaman darurat.

Salah satunya, dengan diaturnya surat pinjaman berbunga, dengan bunga tiga persen per tahun.

Pada tahun 1950, orangtua penggugat memberikan pinjaman Rp80.300,- pada pemerintah.

Penggugat mengklaim, pinjaman tersebut telah berlangsung 71 tahun, hingga jika diuangkan, sekarang mencapai Rp60 miliar.

Menanggapi gugatan tersebut, Menteri Keuangan yang diwakili 12 orang pengacara menyatakan.

“Berdasarkan Keputusan Menkeu No. 466A,1978, karena surat obligasi yang diklaim tidak ditagihkan pelunasannya paling lambat 5 tahun sejak keputusan, maka surat obligasi tersebut jadi kedaluwarsa. Permohonan penggugat tidak dapat kami penuhi," seperti kami kutip dari kompas.com.

Seperti apa awal gugatan pemerintah ini?

Mengapa penggugat baru sekarang menggugat pemerintah?

Lalu, apa tanggapan pemerintah soal gugatan ini?

Sapa Indonesia Malam berbincang langsung dengan kuasa hukum penggugat, Amiziduhu Mendrofa.

Serta Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:45
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19