Kompas TV video vod

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Edy Mulyadi Kini DItangani Bareskrim Polri

Kamis, 27 Januari 2022 | 15:10 WIB

Penulis : Shinta Milenia

KOMPAS.TV - Kasus dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi kini tengah disidik Bareskrim Polri.

Penyidik Bareskrim Polri telah mengirim panggilan untuk Edy Mulyadi.

Edy segera diperiksa dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antar-golongan atau sara.

Penyidikan baru dimulai, tapi desakan agar polisi segera menangkap Edy Mulyadi sudah disuarakan masyarakat Kalimantan.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi menilai masyarakat 5 provinsi di Kalimantan kini marah terhadap Edy.

Selain dianggap menghina masyarakat Kalimantan, Edy juga dinilai menghina Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Karena itu, Kader Gerindra partai tempat Prabowo jadi Ketua Umum juga melaporkan Edy.

Baca Juga: Pendemo Bakar Foto Edy Mulyadi, Minta Datang Langsung ke Kalimantan dan Jalani Hukum Adat

Kini, semua laporan terhadap Edy di kepolisian daerah sudah ditarik penanganannya di Bareskrim Polri.

Laporan terhadap Edy mencapai 19 laporan, terdiri dari 3 laporan di Bareskrim, 16 laporan di daerah, dan 18 pernyataan sikap yang mengecam pernyataan Edy.

Pada akhir pekan lalu, Edy Mulyadi hadir dalam sebuah pernyataan sikap menolak pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Dalam forum tersebut, Edy dianggap menghina masyarakat Kalimantan Timur dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Atas ucapannya, Edy sudah minta maaf melalui kanal youtube.

Tapi, laporan telanjur dibuat dan tak ditarik lagi, sehingga penyidikan atas ujaran kebencian yang dilakukan Edy tetap diproses polisi.

Baca Juga: Kecam Edy Mulyadi, Ormas Kalbar Ramai-Ramai Lapor Polisi

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:45
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19