Kompas TV nasional politik

Menilik Peluang Partai Islam di Pemilu 2024: Suara Menurun, Potensi Kanibalisasi Tak Terhindarkan

Kamis, 27 Januari 2022 | 09:48 WIB
menilik-peluang-partai-islam-di-pemilu-2024-suara-menurun-potensi-kanibalisasi-tak-terhindarkan
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (kiri) berbincang dengan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa saat silaturahmi kebangsaan PKS-PPP di DPP PKS, Jakarta, Rabu (14/4/2021). Keduanya adalah pimpinan partai berbasis islam. Kata peneliti, partai politik Islam akan sulit di 2024 berpotensi terjadi kanibalisasi politik (Sumber: ANTARA/Hafidz Mubarok)

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti Politik Islam dari The Political Literacy, Muhammad Hanifudin memberikan prediksi terkait partai politik berbasis Islam pada gelaran Pemilu 2024 mendatang.

Menurut Hanif, tren perolehan suara partai Islam yang sudah terjadi pasca Pemilu 1999 akan terus terjadi.

Hal itu berkaca  pada gelaran Pemilu terakhir pada 2019 di mana partai-partai berbasis Islam tidak mampu mengalahkan dominasi partai berbasis nasionalis seperti PDIP, Gerindra maupun Golkar.

“Tidak ada partai Islam atau religius-nasionalis yang menjadi pemenang pemilu. Partai berbasis Islam harus puas menjadi partai tengahan atau bahkan berjuang sekedar untuk lolos ke senayan, yakni ambang batas 4 persen,” papar Hanif kepada KOMPAS TV , Kamis (27/1).

Karena itu dalam waktu yang kian mendekat,  partai berbasis Islam seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  maupun Partai Amanat Nasional (PAN) harus memikirkan dengan betul strategi politiknya untuk mendongkrak perolehan suara.

Secara resmi, Komisi Pemilihan Umum (KPU)  mengumumkan jadwal Pemilu 2024 pada tanggal 14 Februari 2024.

Baca Juga: PKS : Poros Koalisi Partai Islam Menjanjikan

Menurut Hanif, partai-partai bebasis Islam ini harus memikirkan cara untuk mendapatkan simpati umat Islam di balik menurunnya suara yang terus melaju.

Penurunan ini, kata Hanif, dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya adalah lemahnya mesin/struktur partai dan modal finansial untuk menggerakan basis masa dan partai.

“Di Pemilu 2024, suara politik Islam semakin terfragmentasi. Pasca Pemilu 2019, ada 2 partai yang pecah. PAN pecah dengan berdirinya Partai Umat. PKS pecah dengan berdirinya Partai Gelora,” tambahnya.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19